KORBAN

KORBAN

Oleh Kudrotun Nurus Salafiah

Aku tenggelam, bukan karena laut memanggil,
bukan pula karena ombak terlalu ganas untuk kupeluk,
tetapi karena manusia lupa caranya mendengar
rintihan kecil yang lama terpendam dalam sunyi.

Tubuhku hanyut bersama nama,
terseret arus yang tak pernah bertanya
tentang luka, tentang takut,
atau tentang alasan mengapa aku harus menyerah.

Tak ada batu nisan untuk mengenangku,
selain ombak yang terus menyebutku tanpa suara.
Tak ada tangan yang mengulurkan pertolongan,
hanya tatapan kosong yang berpaling
seolah kepergianku bukan kehilangan.

Aku bukan hilang,
aku disembunyikan di balik ombak yang sunyi,
di antara gelombang yang pura-pura lupa,
di dasar laut tempat kebenaran ditenggelamkan
bersama jeritan yang tak sempat menemukan telinga.

Laut tahu,
ia menyimpan terlalu banyak rahasia
yang seharusnya tidak dikubur dalam-dalam.
Ia menjadi saksi atas air mata yang tak terlihat,
atas ketakutan yang tak sempat diceritakan,
dan atas luka yang sengaja dibiarkan membusuk
di balik diamnya dunia.

Sementara manusia terus berjalan,
menyusun cerita seolah tak pernah terjadi apa-apa,
menyebut semuanya sebagai takdir,
padahal ada tangan-tangan yang pernah mendorong,
ada suara-suara yang sengaja dibungkam,
dan ada kebenaran yang dipaksa tenggelam.

Jika suatu hari ombak kembali ke tepian,
jangan hanya dengarkan deburannya.
Mungkin di sana ada namaku,
ada kisah yang belum selesai,
ada jeritan yang belum menemukan keadilan.

Aku masih berteriak,
meski suaraku telah dikalahkan kedalaman.
Aku masih meminta dunia berhenti memalingkan wajahnya.

Sebab aku bukan sekadar korban
yang namanya boleh dilupakan waktu.

Aku adalah bukti
bahwa di balik sunyi, pernah ada luka.
Di balik ombak, pernah ada kebenaran.
Dan di balik tubuh yang tenggelam,
ada kehidupan yang seharusnya diselamatkan.

Jangan biarkan laut menjadi satu-satunya saksi.
Sebab keadilan seharusnya datang
sebelum seseorang menjadi kenangan.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp

Berita & Karya Terbaru