oleh: Nurmiati Habib
Munculnya teknologi serba canggih yang menawarkan berbagai macam
kemudahan di berbagai sektor ternyata menyimpan lebih banyak lagi dampak
negatif yang tanpa disadari mampu mengancam keseimbangan dunia, diantaranya
munculnya pengangguran yang diakibatkan oleh otomatisasi, kerusakan alam yang
diakibatkan oleh eksploitasi industri besar-besaran, meningkatnya masyarakat
urban, maraknya kasus penyebaran berita hoax yang semakin meningkat.
kemudahan di berbagai sektor ternyata menyimpan lebih banyak lagi dampak
negatif yang tanpa disadari mampu mengancam keseimbangan dunia, diantaranya
munculnya pengangguran yang diakibatkan oleh otomatisasi, kerusakan alam yang
diakibatkan oleh eksploitasi industri besar-besaran, meningkatnya masyarakat
urban, maraknya kasus penyebaran berita hoax yang semakin meningkat.
Era modern
yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan industrialisasi
melahirkan gaya hidup baru yang sama sekali berbeda dengan kultur lama.
Penggunaan teknologi media komunikasi elektronik berbasis internet, seperti
e-mail, sms atau aplikasi media sosial lainnya dalam berkomunikasi dengan orang
lain ternyata dapat merubah gaya seseorang dalam bertutur kata dan berbahasa.
Nilai-nilai sopan santun dalam berkomunikasi akhirnya pudar dan tidak lagi
banyak digunakan. Permainan game online dan penggunaan fasilitas
transaksi online lainnya membuat orang menjadi malas keluar rumah, sibuk
dengan dirinya sendiri dan seolah-olah tidak lagi memerlukan komunikasi dengan
orang lain. Hal ini akan berdampak pada pola sosialisasi mereka dengan sesama
dan lingkungannya. Pada akhirnya pola inilah melahirkan sikap hidup individualistis
dan konsumtif.
yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan industrialisasi
melahirkan gaya hidup baru yang sama sekali berbeda dengan kultur lama.
Penggunaan teknologi media komunikasi elektronik berbasis internet, seperti
e-mail, sms atau aplikasi media sosial lainnya dalam berkomunikasi dengan orang
lain ternyata dapat merubah gaya seseorang dalam bertutur kata dan berbahasa.
Nilai-nilai sopan santun dalam berkomunikasi akhirnya pudar dan tidak lagi
banyak digunakan. Permainan game online dan penggunaan fasilitas
transaksi online lainnya membuat orang menjadi malas keluar rumah, sibuk
dengan dirinya sendiri dan seolah-olah tidak lagi memerlukan komunikasi dengan
orang lain. Hal ini akan berdampak pada pola sosialisasi mereka dengan sesama
dan lingkungannya. Pada akhirnya pola inilah melahirkan sikap hidup individualistis
dan konsumtif.
Teknologi
yang diharapkan mampu menggantikan manusia dari pola perbudakan kerja, justru
berubah menjadi suatu mekanisme yang menyingkirkan manusia sendiri dari
berbagai bidang pekerjaan. Pekerjaan dalam proses industri yang semula dipegang
manusia telah digantikan oleh mesin-mesin berbasis teknologi. Penguasa-penguasa
industri mulai berfikir mekanis dan menganggap manusia pekerja sebagai
“robot-robot” mekanik dan mengesampingkan sisi humanitas. Pada gilirannya sikap
ini melahirkan pola orientasi pada barang produksi semata dan orientasi
materialistis.
yang diharapkan mampu menggantikan manusia dari pola perbudakan kerja, justru
berubah menjadi suatu mekanisme yang menyingkirkan manusia sendiri dari
berbagai bidang pekerjaan. Pekerjaan dalam proses industri yang semula dipegang
manusia telah digantikan oleh mesin-mesin berbasis teknologi. Penguasa-penguasa
industri mulai berfikir mekanis dan menganggap manusia pekerja sebagai
“robot-robot” mekanik dan mengesampingkan sisi humanitas. Pada gilirannya sikap
ini melahirkan pola orientasi pada barang produksi semata dan orientasi
materialistis.
Fenomena ini
muncul di era industrialisasi yang mana merupakan praktek pengalihan pekerjaan
dari yang semula dikerjakan oleh manusia berganti posisi menjadi mesin, robot
yang serba otomatis.. Di satu sisi manusia tidak lagi diperlakukan sebagai
hakikat manusia pada umumnya dan di sisi lain manusia sudah sangat bergantung terhadap
teknologi. Tanpa teknologi alat transportasi manusia menjadi lamban apalagi
untuk mampu menempuh jarak berkilo-kilo hanya dengan hitungan jam. Tanpa
teknologi mesin produksi manusia merasa tidak mampu berkarya, tanpa teknologi
alat komunikasi manusia merasa terbatas ketika berinteraksi jarak jauh, dan
seterusnya. Ketergantungan ini membuat manusia menjadi kehilangan jati dirinya
sebagai makhluk kreatif dan mandiri, dan karena ketergantungan ini lah manusia
kehilangan eksistensinya sebagai makhluk sosial.
muncul di era industrialisasi yang mana merupakan praktek pengalihan pekerjaan
dari yang semula dikerjakan oleh manusia berganti posisi menjadi mesin, robot
yang serba otomatis.. Di satu sisi manusia tidak lagi diperlakukan sebagai
hakikat manusia pada umumnya dan di sisi lain manusia sudah sangat bergantung terhadap
teknologi. Tanpa teknologi alat transportasi manusia menjadi lamban apalagi
untuk mampu menempuh jarak berkilo-kilo hanya dengan hitungan jam. Tanpa
teknologi mesin produksi manusia merasa tidak mampu berkarya, tanpa teknologi
alat komunikasi manusia merasa terbatas ketika berinteraksi jarak jauh, dan
seterusnya. Ketergantungan ini membuat manusia menjadi kehilangan jati dirinya
sebagai makhluk kreatif dan mandiri, dan karena ketergantungan ini lah manusia
kehilangan eksistensinya sebagai makhluk sosial.
Berdasarkan
kenyataan-kenyataan tersebut maka langkah yang harus segera diambil, bahkan
sangat urgen, adalah mengembalikan manusia kepada jati diri aslinya, yaitu
manusia sebagai insan yang memiliki unsur raga dan jiwa sekaligus. Manusia
tidak boleh dipamahi hanya eksis berupa raga semata karena pada hakikatnya
manusia memiliki unsur jiwa yang ada sejak diciptakan dan lahir di dunia.
kenyataan-kenyataan tersebut maka langkah yang harus segera diambil, bahkan
sangat urgen, adalah mengembalikan manusia kepada jati diri aslinya, yaitu
manusia sebagai insan yang memiliki unsur raga dan jiwa sekaligus. Manusia
tidak boleh dipamahi hanya eksis berupa raga semata karena pada hakikatnya
manusia memiliki unsur jiwa yang ada sejak diciptakan dan lahir di dunia.
Pondok Pesantren Darunnun Malang







