DIRIKU DAN IMAJINASI ORANG-ORANG DI DALAMNYA

 

Oleh: Siti Fathimatuz Zahro’

 

Aku adalah tipe orang yang suka berbicara
dengan diri sendiri. Seolah dalam diriku ada dua orang yang sedang berbicara. Beberapa
hari lalu, ada obrolan dalam diriku dengan tokoh diriku sendiri dan seseorang
yang bernama Fifi. Dia seorang teman dari teman ku. Tempat tinggal kita lumayan
jauh. Aku berada di kota dan dia di kabupaten. Sebelumnya aku tidak pernah
ngobrol dengan dia. Sekedar say hallo pun seingatku tidak. Jangankan say
hallo
, berjumpa dengannya pun aku tidak pernah. Ya begitulah aku dan
diriku. Siapapun akan tetiba menjadi tokoh dalam obrolan di dalam diriku. Entah
kenal ataupun sekedar tahu tokoh itu. Obrolan beberapa hari lalu adalah sebuah
imajinasi, yang mana aku sedang berada di sebuah tempat umum dan secara tidak
sengaja aku bertemu dengan Fifi. Seperti orang pada umumnya yang mana ketika
bertemu secara tidak sengaja dengan orang yang dikenal maka akan secara spontan
menunjukkan ekspresi terkejut dan kemudian menyapanya dengan excited.

“Hai fi.. lagi ngapain?” begitulah
sekiranya aku menyapa.
Namun
siapa sangka jika respon yang diberikan
Fifi
bukan respon yang sama seperti yang aku berikan.
Dia mendongakkan kepala kemudian menatap
orang yang baru saja menyapanya dan kemudian dia menangis.
Sebuah respon otomatis,
aku memeluknya dan menanyakan dengan kalimat mengapa.
Bukan jawaban yang aku
terima melainkan air mata sesenggukan yang aku denga
r. Semakin eratlah aku mendekapnya dan
mengelus punggungnya.
Sekiranya
agar mampu meredakan emosinya dan memberikan rasa nyaman serta nyaman. 

 Entah
mengapa imajinasi ku saat itu menceritakan hal tersebut.
Ada banyak hal yang aku
imajinasikan sebagai penyebab kesedihannya.
Perihal
ibunya yang pernah aku dengar dari kawanku, jika beliau sedang sakit dan
Fifi lah yang merawatnya. Penyebab kedua yakni ia
merasa posisinya sebagai kakak tergeserkan oleh sosok temannya yang lebih dekat
dengan adik perempuannya.

Tidak
sekali dua kali dalam diriku terjadi obrolan
-obrolan
spontan seperti itu
. Bahkan
terkadang tokoh didalamnya lebih dari dua orang.
Hahahaha entah apa yang terjadi dalam
diriku.
Pernah suatu ketika aku
menuliskan apa yang aku rasakan ini dalam tugas kuliah psikologi klinis karena
aku pernah khawatir jika ini ada sebuah hal yang tidak umum hehehehe.
 

Ketika tetiba tersadar maka aku
akan berkata kepada diriku “Hei… apa yang sedang kamu obrolkan?”
dan kemudian obrolan-obrolan itu juga akan terhenti dengan sendirinya
hahahahah.Obrolan-obrolan ini terjadi secara sadar dan bahkan diriku yang sesungguhnya
juga ikut menjadi tokoh di dalamnya.

Inti dari tulisan ini
adalah kebiasaanku dan topik beberapa hari yang lalu tentang
Fifi.

Semoga ibumu lekas sehat
dan diberikan umur yang panjang untuk senantiasa menemanimu tumbuh kembang.
Pastinya akan selalu
banyak hal yang ingin diceritakan oleh anak perempuan kepada ibunya.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp