oleh: Astri
Diskusi tentang kerusakan
lingkungan tidak pernah selesai selama alam masih ada. Bahkan tanpa disadari
keserakahan manusia menyebabkan kerusakan alam. Sebagai contoh banyaknya sawah
yang dijadikan perumahan di petani, lama-kelamaan Indonesia yang menyandang
gelar “lumbung padi” akan hilang karena lahan padi habis dijadikan
perumahan. Selain itu, penebangan hutan secara liar demi kepentingan sendiri
tanpa memedulikan sebab akibatnya terhadap lingkungan. Oleh karena itu,
ekokritik sastra hadir sebagai salah satu cara untuk memecahkan permasalahan
lingkungan.
lingkungan tidak pernah selesai selama alam masih ada. Bahkan tanpa disadari
keserakahan manusia menyebabkan kerusakan alam. Sebagai contoh banyaknya sawah
yang dijadikan perumahan di petani, lama-kelamaan Indonesia yang menyandang
gelar “lumbung padi” akan hilang karena lahan padi habis dijadikan
perumahan. Selain itu, penebangan hutan secara liar demi kepentingan sendiri
tanpa memedulikan sebab akibatnya terhadap lingkungan. Oleh karena itu,
ekokritik sastra hadir sebagai salah satu cara untuk memecahkan permasalahan
lingkungan.
Ekokritik sastra merupakan
Multidisipliner ilmu yang memiliki cara pandang terhadap lingkungan yang
mempunyai pengaruh dalam berfikir, bersikap, dan bertingkah laku (Sukmawan,
2016, h. 8). Dalam memecahkan permasalahan pendekatan ekokritik sastra berperan
sebagai pengingat kepada manusia akan tindakan mereka yang merusak lingkungan.
Peringatan tersebut dapat berupa novel, cerpen, puisi dan lain
sebagainya.
Multidisipliner ilmu yang memiliki cara pandang terhadap lingkungan yang
mempunyai pengaruh dalam berfikir, bersikap, dan bertingkah laku (Sukmawan,
2016, h. 8). Dalam memecahkan permasalahan pendekatan ekokritik sastra berperan
sebagai pengingat kepada manusia akan tindakan mereka yang merusak lingkungan.
Peringatan tersebut dapat berupa novel, cerpen, puisi dan lain
sebagainya.








