Malang, 8 Februari 2025 – Taman Literasi Tidar menjadi saksi semaraknya kegiatan literasi yang diadakan oleh Santri Darun Nun. Kegiatan ini dihadiri oleh santri putra dan putri yang penuh semangat, dan dimulai dengan senam bersama yang diikuti oleh santri Darun Nun. Suasana penuh energi ini menjadi awal yang menyenangkan bagi semua yang terlibat, menciptakan kebersamaan dan kegembiraan sebelum memasuki rangkaian games literasi.
Semangat Membara dengan Senam Bersama
Senam pagi diadakan sebagai pemanasan sebelum kegiatan utama, bertujuan untuk membangkitkan semangat dan kebugaran fisik santri. Dipimpin oleh seorang instruktur yang berpengalaman yaitu mas zain salah satu santri yang ada di Darun Nun, semua santri bergerak serentak mengikuti irama musik. Senam ini tidak hanya membuat tubuh mereka lebih segar, tetapi juga mempererat ikatan antar santri, di mana gelak tawa dan sorakan saling terdengar. Senam ini sangat menyenangkan! Kami merasa lebih energik dan siap untuk bermain,” ungkap salah satu santri dengan semangat. Kegiatan senam bersama ini menjadi simbol dari kebersamaan dan kolaborasi yang ingin ditanamkan di antara para santri.
Game Literasi yang Menarik
Setelah sesi senam, para santri beralih ke game literasi yang telah disiapkan beberapa permainan oleh panitia astra. Kegiatan ini dirancang untuk tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik, dengan tujuan meningkatkan kemampuan literasi mereka secara menyenangkan. Permainan dibagi menjadi beberapa jenis, dan setiap permainan dirancang untuk mengasah berbagai aspek keterampilan berbahasa.
Permainan pertama yang dimulai adalah tebak kata. Dalam permainan ini, satu orang dari setiap kelompok harus menjelaskan sebuah kata yang diberikan oleh panitia tanpa menyebutkan kata tersebut bisa dengan cara bahasa tubuh yang mereka gunakan, sementara anggota kelompok lainnya berusaha menebak. Kelompok yang tercepat dan tepat mereka yang menjadi pemenang. Keceriaan dan tawa menghiasi sesi ini saat berbagai strategi digunakan untuk memberikan petunjuk. Tidak jarang, ada momen lucu ketika petunjuk yang diberikan justru mengarah ke kata yang salah.
Permainan kedua adalah bisik kalimat. Dalam permainan ini, satu santri harus menyampaikan kalimat kepada teman di sebelahnya dengan cara berbisik. Sangat menarik melihat bagaimana kalimat yang sampai ke akhir sering kali berbeda jauh dari kalimat aslinya. Permainan ini mengajarkan pentingnya komunikasi yang jelas dan mengasah kemampuan mendengarkan.
Selanjutnya, para santri bermain sambung kata menjadi kalimat. Setiap santri harus menyambung kata yang sudah ada untuk membentuk kalimat yang benar sesuai dengan kaidah bahasa. Permainan ini tidak hanya memperkaya kosakata mereka tetapi juga melatih kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Para santri terlihat antusias saat mereka berhasil menciptakan kalimat-kalimat unik dan lucu.
Kegiatan puncak adalah cerdas cermat, yang melibatkan tiga kelompok santri putra dan putri. Setiap kelompok bersaing untuk menjawab pertanyaan yang diberikan, mencakup berbagai topik mulai dari literasi, tentang pondok pesantren darun nun hingga pengetahuan umum. Semangat kompetisi terlihat jelas di wajah para santri yang berusaha memberikan jawaban dengan cepat dan tepat. Suasana menjadi semakin tegang dan seru saat pertanyaan-pertanyaan sulit diajukan, memicu diskusi dan kerjasama di antara anggota kelompok. Kebersamaan dan pembelajaran kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antara santri. Melalui permainan interaktif ini, mereka belajar bekerja sama dalam tim, berkomunikasi secara efektif, dan berpikir kritis.
Dengan berakhirnya kegiatan, para santri pulang dengan semangat baru dan pengalaman berharga yang akan terus mereka ingat. Taman Literasi Tidar pun menjadi tempat yang lebih hidup dengan semangat literasi yang menggelora. Kegiatan ini bukan hanya sebuah acara, tetapi sebuah langkah penting dalam membangun karakter santri yang mencintai ilmu dan literasi.







