Oleh :I Gede Adhitya S. W
Sebuah bayang-bayang,
Menanti di tepian dermaga,
Dermaga bersandar rasa-rasa,
Keputus asaan, penyesalaan dan kemarahan
Bersatu padu bermanifestasi musuh,
Yang Kembali datang,
Untuk menagih janji hidup.
Sebuah bayang-bayang,
Menanti ditepian dermaga,
Menyambut dan menjamu,
Teman musuh kelam,
Bayang-bayang tersenyum ramah,
Musuh kelam tak kalah ramah,
Akan berpadu jadi satu
Sebuah Bayang-bayang,
Menanti ditengah-tengah dermaga
Musuh kelam juga bersamanya
Bayang-bayang tak gentar menghadap
Begitupun teman musuh kelam,
Beradu ego dan ambisi pada kekuasaan
Waktu menyaksikan mereka dengan seksama
Hingga titik penghabisan tiba.
Author
Post Views: 3







