GARDA TERDEPAN

 

Oleh: Bagus Isnu H


    Siapa yang ingin jadi pemimpin harus SIAP; lusuh, merenung, terbentur, terhantam. Mengapa demikian? Karena pemimpin selalu di garda terdepan dalam ber-operasi atau untuk menjalankan roda organisasi. Pemimpin tidak boleh lengah dan sikapnya harus bijaksana, walaupun disisi manusia ada ketetapan sifat, yaitu sifat kekurangan. Lengah tidak boleh terus menerus diterima oleh manusia apalagi seorang pemimpin, jika kelengahan itu terjadi tetapi tidak semestinya lengah itu diterima dengan terus menerus. Dan begitu pun bersikap bijaksana, sudah semestinya seorang manusia atau pemimpin memiliki agungnya sifat ini, karena bisa membawa dampak kepada pribadi dan kesemua masyarakat yang diayomi.

    Menjadi seorang pemimpin akan banyak ujian yang berbagai jenis macamnya, semisal pujian. Maka seorang pemimpin tidak boleh tertipu dengan pujian, dengan jabatan, dengan kursi yang telah di duduki nya hingga terlalai dengan tugas suci yang mulia, yang menjadi tujuan utama dikursi jabatannya. Memang tak mudah untuk bisa memiliki sikap kepemimpinan (leadership) tapi apa salahnya jika kita selalu belajar dari yang kurang baik menjadi ke baik, dari yang baik menjadi yang lebih baik. Dan terus mencoba, terus belajar adalah sikap pemula untuk menjadi seorang pemimpin.

    Semangat seorang pemimpin harus selalu berkobar, semangat yang membara untuk memberi saluran girah ke anggotanya agar tetap semangat. “Pikiran boleh kacau tapi hati tetap terpaku” apa maksudnya? Seorang pemimpin akan memakai dua paradigma yang letaknya berbeda, nalar pertama berada di kepala yang mana akan mendapat banyak masukan yang untuk menjadi evaluasi. Dan nalar yang kedua berada di hati, nalar ini akan mencerna setelah dari nalar pertama, dan bahkan keputusan yang hakiki berasal dari hati, setelah melihat kondisi dan menimbang keputusan dari nalar pertama.

  Itulah sekilas ulasan pemimpin, yang sejatinya harus selalu memimpin. Bahkan jika dalam gambaran saya, pemimpin itu berada digarda terdepan.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp