Oleh Hasna Azizah Azzahr
Di bawah atap rapuh, ibuku adalah penjaga,
Menjaga tradisi dengan tangan yang kuat,
Dalam matanya, cahaya masa lalu
Memandangku dengan kasih yang tegas.
Ibuku, benteng dari nilai-nilai tua
Mengikatku dalam batasan yang tidak terlihat,
Kata-katanya penuh petuah dan larangan,
Mengajariku tentang dunia dari perspektifnya.
Di setiap sudut gubuk, ada bayang-bayang ketakutan
Akan apa yang orang katakan, apa yang bisa terjadi,
Ibuku mengatakan, “Ini demi kebaikanmu, anakku,”
Sementara jiwaku berteriak mencari kebebasan.
Namun, dalam hatiku ada api kecil,
Mimpi-mimpi yang menolak untuk padam,
Aku melihat dunia yang lebih luas,
Di luar gubuk, di luar batasan-batasan.
Ibu, kau adalah akar yang menancap kuat,
Namun adakah ruang untukku tumbuh lebih tinggi?Apakah cinta ini harus berbentuk rantai
Atau bisa menjadi sayap yang membawaku terbang?
Malam-malam panjang berlalu dengan sunyi,
Di antara doa-doa dan harapan yang bertentangan,
Aku merindukan hari di mana kita bisa bersama
Melepas gubuk patriarki ini, meraih sinar baru.
Malang, 28 Juli 2024






