Oleh Hanifialaila_h
Kenalin nama gua Muhammad Anas Nasution orang siih biasa manggil gue dengan sebutan anas tapi kalo biasanya yang baru kenal dengan gua pasti mereka langsung ngomong “horas” karna itu kata yang identic dengan daerah asal gua ya bener banget “Medan” ya daerah di pulau Sumatra yang sangat gua banggakan banget.
Gua waktu itu lagi kuliah di salah satu kampus didaerah jawa timur, daerah yang dikenal dengan orang-orangnya yang ramah, makanannya yang manis dan banyak hal yang membuat gua jatuh cinta sama kota ini yaitu Malang yang dikenal dengan dinginnya, apelnya bahkan wisatanya.
Ternyata disini juga gua mengenal manusia yang membuat gua lebih mengenal dengan makna keberanian dan ke ikhlasan yang sesungguhnya, bener banget tenyata gua jatuh cinta sama salah satu manusia di daerah jawa ini nama nya amiroh zahirah nama yang sangat bagus bukan orang-orang memanggilnya dengan panggilan zahirah seorang Wanita yang sangat cerdas, berakhlak dan banyak hal yang membuat gua jatuh cinta sama dia sampe-sampe gua juga bingung dari mana awal mula gua suka sama dia, yaah Namanya juga takdir Allah semuanya sudah di siapkan oleh Allah termasuk dengan siapa kita akan bertemu dan berkenalan.
Zahirah seorang aktivis di berbagai macam organisasi apalagi organisasi Ipnu sedangkan gua mahasiswa biasa yang juga ikut aktif dalam organisasi berbeda yaitu Imm insyallah kalian yang kuliah ataupun enggak pasti tau apa yang membedakan kami.
Sesuai sama judulnya beda warna, karna ada beberapa kegiatan yang membuat aku menjadi kenal mengetahui siapa itu zahirah mungkin rasa ini sudah gua pendam seketikar 3 tahun lebih sampai pada waktu kelulusan pun aku belum mengungkapkan rasa ini karna aku memiliki prinsip bahwa “Mencintai bukan hanya harus mengungkapkan secara cepat” kala itu aku di semester 4 prinsip itu lah yang aku pegang karna aku merasa kalo jodoh pasti bertemu dan zahirah merupakan Wanita yang sholehah pasti nggak akan mau menjemput jodoh lewat pacarana.
Tepat 3 bulan setelah kelulusan gua dan teman-teman gua, gua Muhammad Anas nasution memberanikan diri untuk menghubungi zahirah untuk menyatakan perasaan gua selama ini dan ingin mengajaknya kejenjang yang lebih serius.
Anas dengan keberaniannya untuk menghubungi zahirah :
Anas : “Assalamualaikum ukhty masih kenalkan sama saya Muhammad anas nasution, gimana kabarnya?”
Zahirah : “Waalaikumslam kenal dong, Alhamdulillah baik, kamu gimana kabarnya? Btw ada apa ni?”
Anas : “Alhamdulillah baik, di sini saya mau menyampaikan maksut saya ingin meminta ukhty kepada ayah ukhty apakah bersedia untuk memberikan nomor ayah ukhty kepada saya?”
Zahirah : “Masyallah niat yang baik akan tetapi saya pernah mendapat pesan dari ayah saya bahwa beliau mau merestui saya menikah dengan yang sama-sama ikut nu biasa pikiran ayah sama masih sangat awam apakah kamu masih tetap meminta nomor ayah saya?”
Anas : “Apakah ini penolakan secara halus apa gimana (didalam hati anas) tidak papa ukhty nanti itu urusan saya dan ayah ukhty”
Zahirah : “Baik lah”
Mengirim nomor ayahnya
Beberapa saat kemudian anas tidak langsung menghubungi ayahnya akan tetapi bebarapa jam kemudian dia menghubungi ayah zahirah.
Singkat cerita ternyata ayah zahirah tidak merestui gua dan zahirah dan ternyata zahira mau di jodohkan dengan keluarga dari kalangan kiyai di sana.
***
Disini penulis belajar bahwa mencintai tidak harus memiliki akan tetapi menyaksikan orang yang di cintai Bahagia Bersama orang pilihanya itu merupakan cinta yang sesugguhnya.







