Puncak Budug Asu

Puncak Budug Asu
oleh: Ahmad Nashrun Al ‘Abid

 

Lokasi, Jam Operasional, Tiket Masuk
Puncak Budug Asu merupakan salah satu puncak yang berada di lereng gunung
Arjuno tepatnya di Kreweh, Gunungrejo, Kec. Singosari, Kabupaten Malang, Jawa
Timur.
Puncak Budug Asu memiliki jam operasional 24 jam yang berarti para pengunjung
bisa mengunjungi langsung. Biaya masuk Budug Asu 10.000 lewat basecamp.
Tetapi juga ada parkir untuk satu motor juga 10.000 . Dan ada juga pungli sebelum
kita masuk yakni juga 10.000 . Berarti total biaya masuk ke Budug Asu yakni 30.000.
tetapi juga memungkin kan ada perubahan biaya terkait waktu yang sudah lama.
Rute Puncak Budug Asu.

Ada 2 rute Puncak Budug Asu yang pertama ada yang lewat jalan wisata yang
dimana jalannya lebih bagus dan pasti lebih mahal dari jalan biasa dan itu untuk
jalan yang pertama dan itu masih jalan ke parkiran saja.
Ada rute kedua yang kemarin penulis lewati dan disana juga tidak lepas dari yang
namanya pungli (pungutan liar) dan parahnya jalan disitu masih jalan jelek dan
banyak bebatuan dan jaraknya pun masih lumayan panjang jarak dari pungli ke
parkiran. Pun itu juga masih ada pembayaran untuk parkir.
Daya Tarik Puncak Budug Asu
Daya tarik yang dimiliki puncak Budug Asu membuat para pengunjung kagum
karena selain jalannya yang tidak terlalu jauh juga cocok untuk pemula. Penulis pun
juga baru pertama naik gunung dan menurut saya untuk menaiki puncanga cukup
mudah.

Pemandangan Gunung Arjuno dan kebun teh yang hijau.Spot foto gardu pandang
dengan latar pegunungan.Suasana alam yang masih alami dan sejuk.Cocok untuk
camping, hiking, atau sekadar menikmati sunrise/sunset.
Sejarah Puncak Budug Asu
Puncak Budug Asu terletak di lereng Gunung Arjuno, tepatnya di Desa Gunungrejo,
Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Nama “Budug Asu” berasal
dari bahasa Jawa  “budug” berarti berkerak atau berbintik-bintik di kulit,

sedangkan “asu” berarti anjing. Menurut cerita masyarakat sekitar, nama unik ini
muncul dari sebuah kisah rakyat yang melegenda.
Konon dahulu kala, di kawasan lereng Gunung Arjuno sering muncul anjing liar yang
memiliki penyakit kulit (budug). Hewan-hewan itu sering terlihat oleh para petani dan
pendaki di sekitar kebun teh Wonosari. Karena pemandangan itu cukup mencolok
dan sering terjadi di tempat tersebut, akhirnya warga menamai daerah itu sebagai
“Budug Asu”  yang artinya “anjing berbudug”.

Seiring waktu, kawasan itu mulai dikenal oleh para pecinta alam dan pendaki karena
pemandangannya yang luar biasa indah. Mulai sekitar tahun 2015, Budug Asu
dikembangkan menjadi objek wisata alam dan petualangan. Para pemuda desa
bersama pengelola wisata Kebun Teh Wonosari bekerja sama membuka jalur
menuju puncak dan menyiapkan spot-spot foto menarik.
Dari yang awalnya hanya dikenal melalui cerita rakyat, kini Puncak Budug Asu telah
berubah menjadi salah satu ikon wisata alam Kabupaten Malang. Banyak wisatawan
datang untuk menikmati panorama Gunung Arjuno dan hamparan kebun teh, serta
mencoba aktivitas seperti camping, trekking, dan berfoto di gardu pandang yang
ikonik.

Makna dan Pesan

Nama Budug Asu yang dulu dianggap aneh, kini menjadi simbol kebangkitan dan
kreativitas masyarakat lokal. Tempat yang dulu identik dengan cerita sederhana kini
menjadi destinasi kebanggaan dan bukti bahwa potensi alam bisa berkembang jika
dikelola dengan baik.

Sumber:

https://sidita.disbudpar.jatimprov.go.id/destinasi/detail/6df3aa6044c0f3ce7e8793498
ee84766ea8341c528562bbc00ceda832aa65a4a093cf296982fb5b223c2cbfd013c2c
9a1c412f5e5ad0a94dfcdd4c59519c1bab
https://www.djalanin.com/blog/treking-tipis-di-budug-asu-wisata-minat-khusus
https://malangraya.pikiran-rakyat.com/kabupaten/pr-3628371605/eloknya-puncak-bu
dug-asu-tiket-murah-jalur-ramah-pendaki-pemula-merapat
https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-018945821/budug-asu-daya-tarik-loka
si-jalur-dan-tiket-masuk

https://www.djalanin.com/blog/treking-tipis-di-budug-asu-wisata-minat-khusus

 

Pondok Pesantren Darun Nun

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp