Kajian Zam-Zam Ramadhan 1446 H: Hal Sederhana yang Membuat Bahagia di Bulan Ramadhan

Kajian Zam-Zam Ramadhan 1446 H: Hal Sederhana yang Membuat Bahagia di Bulan Ramadhan

Minggu, 09 Maret 2025, bertempat di Pondok Pesantren Darun Nun di Blok F menjadi saksi kegiatan yang penuh semangat untuk kajian Ramadhan dengan tema “Hal Sederhana yang Membuat Bahagia di Bulan Ramadhan”. Kajian ini dimulai tepat pukul 9.15 WIB yang dipandu oleh sang moderator yaitu Dimas Indra Pratama, salah satu santri putra, dan Pematerinya adalah Ustad Dr. Ahmad Izzudin, M.HI, salah satu dosen Fakultas Syari’ah.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Zam-Zam Ramadhan 1446 H yang diadakan oleh Pondok Pesantren Darun Nun. Dalam kajian ini, Ustad Ahmad Izzudin berbagi tentang bagaimana hal-hal kecil dalam hidup kita bisa membawa kebahagiaan yang besar selama bulan suci ini.

 Inti Materi Kajian

  • Ustad Izzudin menjelaskan dalam bahagia yaitu ada dua, yang pertama adalah faroh, dan kedua ada sa’adah. Maksudnya apa, dalam Faroh itu tidak semua kebahagian itu membuat bahagia, artinya bisa positif ada yang negatif ketika mencapai kebahagian. Sedangkan Sa’adah itu pasti Positif ketika mencapai kebahagian, caranya adalah membuat bahagia jasmani dan rohaninya.
  • Cara bahagia salah satu cara paling sederhana untuk merasakan kebahagiaan. Ketika kita berbagi makanan atau waktu dengan orang lain, kita tidak hanya membuat mereka senang, tetapi juga merasakan kebahagiaan dalam diri kita sendiri. Selain itu, momen kebersamaan merupakan berkah, bisa berkumpul dengan keluarga dan teman. Menghabiskan waktu bersama saat berbuka puasa atau melakukan kegiatan positif lainnya bisa membuat hubungan kita semakin erat.
  • Ustad Izzudin juga menekankan untuk anak muda khususnya mahasiswa berbahagia dalam belajar ilmu, dan juga dalam hidup harus mempunyai target dan langkah apa untuk masa depan kita, harus mempunyai visi dan misi agar hidup kita tidak biasa-biasa saja. Apalagi ketika memasuki bulan suci Ramadhan harus mempunyai target dalam beribadah, jalani kehidupan yang lebih baik lagi, tidak mempunyai sifat iri kepada temannya yang lebih unggul dari pada kita, dan memiliki kecerdasan dalam bersikap.
  • Jangan lupa untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang kita terima, sekecil apapun itu. Rasa syukur ini bisa membuat kita lebih bahagia dan puas dengan hidup kita. Terakhir, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri. Dengan merenungkan diri dan berusaha untuk menjadi lebih baik, kita bisa menemukan kebahagiaan yang lebih dalam.

Kajian ini diharapkan bisa menginspirasi semua santri dapat menjalani bulan Ramadhan dengan lebih bermakna dan penuh kebahagiaan. Semoga setiap momen di bulan suci ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi kita semua, kuatkan kualitas ibadah dan tetap istiqamahnya.

Pewarta: Dimas Indra Pratama

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp