Malang, 5 Februari 2025 – Pondok Pesantren Darun Nun kembali menunjukkan semangat dalam membangun budaya literasi di kalangan santri dengan menggelar kegiatan Eksplorasi bacaan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan meningkatkan pengetahuan literasi di kalangan para santri, sekaligus memperkenalkan mereka pada dunia literasi yang ada di kota Malang. Berlangsung di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah kota Malang, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Literasi Camp dalam acara Apresiasi Sastra IX 2025.
Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Para santri berkumpul di depan perpustakaan dengan wajah penuh semangat, Kegiatan pertama adalah membuat kartu tanda anggota perpustakaan umum kota Malang. Para santri dengan antusias mengisi formulir dan berpose untuk foto. “Dengan kartu ini, kami bisa meminjam buku dan ikut berbagai kegiatan di perpustakaan,” ujar Nazar, salah satu santri yang sangat bersemangat.
Setelah mendapatkan kartu anggota, para santri melanjutkan dengan eksplorasi bacaan. Mereka langsung menuju lantai dua dan diberikan waktu untuk menjelajahi berbagai koleksi buku di perpustakaan. Buku-buku yang tersedia sangat beragam, mulai dari cerita fiksi hingga buku-buku pengetahuan. Para santri terlihat aktif mencari buku yang menarik minat mereka.
Setelah selesai dengan eksplorasi bacaan, santri mulai membaca buku-buku yang mereka pilih dan juga ada beberapa santri yang meminjam buku untuk di baca di pondok Namun, kegiatan tidak berhenti di situ. Setiap santri diminta untuk menuliskan ringkasan dan pendapat mereka tentang buku yang dibaca dalam bentuk narasi. Ini bertujuan untuk melatih keterampilan menulis serta kemampuan menyampaikan ide secara jelas. Para santri sangat antusias menulis, dan beberapa dari mereka bahkan berpendapat bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan literasi mereka dan juga tempatnya yang tenang dan sunyi.
Selanjutnya, hasil tulisan yang telah dibuat oleh para santri akan diunggah ke akun Instagram resmi Pena Nun, sebagai bentuk publikasi dan berbagi pengetahuan kepada masyarakat luas. Karya-karya ini dapat menginspirasi orang lain untuk membaca dan belajar, serta menunjukkan bahwa santri juga memiliki kemampuan dalam menulis dan berkreasi.
Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan semangat literasi di kalangan generasi muda, sehingga mereka bisa memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi masyarakat. Kegiatan ini adalah langkah kecil untuk mendorong kecintaan terhadap dunia literasi di Indonesia.
Pewarta: Dimas Indra Pratama







