
Oleh Zainuddin
Satu tahun penuh sudah terlalui dengan banyak sekali drama yang terjadi dalam kehidupan. Hanya satu waktu yang mungkin bisa menjadi titik terakhir menjulurkan rasa penat yang sudah menumpuk di dalam beban jiwa. Waktu itu bernama Ramadhan. Bulan yang sangat ditunggu oleh seluruh umat muslim di penjuru dunia. Bulan dimana kitab Allah yang mulia diturunkan yaitu Al-Qur’an. Bulan dimana pintu rahmat Allah di buka selebar mungkin dan pintu neraka ditutup serapat mungkin.
Hal ini menandakan salah satu kemulyaan bulan Ramadhan di banding bulan yang lain. Tentu seyogyannya ibadah yang awal mulanya biasa saja harus ditingkatkan menjadi ibadah yang ekstra. Karena balasan dari ibadah di bulan Ramadhan dan di bulan yang lain akan sangat terasa berbeda. Allah SWT akan melipatkan pahala di bulan Ramadhan dengan puluhan kali lipat. Demikian salah satu bentuk rahmat Allah yang begitu agung di bulan Ramadhan.
Rasulullah sendiri pernah menyampaikan bahwa saat tiba bulan Ramadhan umat Muslim didorong untuk memperbanyak ibadah. Sebab, pahala amal kebaikan di dalamnya mendapat balasan berkali-kali lipat. Dalam satu hadits diriwayatkan,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ، وَلَخُلُوفُ فَمِ الصائم أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Artinya, “Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, ‘Rasulullah saw bersabda, ‘Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu (amal) kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah azza wajalla berfirman, ‘Kecuali puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Sebab, dia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku.’
Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika dia berbuka, dan kebahagiaan ketika dia bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya kesturi.’” (HR Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadits Rasulullah dapat diambil hikmahnya bahwa ibadah yang paling dicari umat muslim adalah ibadah yang dilaksanakan di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan menjadikan semangat ibadah lebih diagungkan. Akan tetapi bukan berarti ibadah selain di bulan Ramadhan menjadi lebih malas dan lebih berkurang, malah sebaliknya setelah di bulan Ramadhan semangat yang menggebu harus lebih ditingkatkan di bulan selain Ramadhan. Hingga datanglah bulan Ramadhan kembali semangat semakin memuncak dan dapat meningkat lebih baik.
Semoga kita semua bisa menjadikan bulan Ramadhan penuh berkah dan menjadikan pribadi lebih baik daripada tahun-tahun kemarin. Aamiin…







