
Oleh: Syabrina Wahyuni
Kue rasidah/lasidah/asidah adalah salah satu kue khas yang berasal dari Suku Melayu Deli, Medan, Sumatera Utara. Namun, kue rasidah menyebar ke berbagai daerah masyarakat Melayu lainnya seperti Kota Tanjungbalai, Aceh Tamiang, Kepulauan Riau dan Malaysia. Kue rasidah juga merupakan salah satu kue kebesaran para Raja Melayu pada masanya. Kue ini adalah kue langka yang jarang sekali ditemui jika tidak dalam acara-acara khusus seperti pernikahan, khitanan, kenduri dan hari raya
(KUTIPAN : Siska Hasibuan selaku pemilik usaha kuliner khas Mumu Butikue yang sekaligus dosen menjelaskan bahwa kue rasidah memiliki makna perdamaian.
“Kan ada istilahnya gitu ya, tidak akan pernah bersatu minyak dengan air. Tapi kue rasidah
ini hanya akan enak jika ada minyak dan air yang menyatu di dalamnya gitu. Kue ini akan
sempurna jika ada komponen itu di dalamnya, Jadi buat kami ini adalah kue perdamaian,”
ujar Siska. Source : https://www.detik.com/sumut/kuliner/d-7330438/kue-rasidah-khas-
melayu-deli-yang-sudah-langka-dulunya-makanan-raja)
Bahan-bahan
- 100 gram Terigu pro sedang (terigu serba guna)
- secukupnya Gula pasir (sekitar 3 sdm)
- sejumput Garam
- secukupnya Minyak goreng (sekitar 3 sdm)
- secukupnya Bawang goreng
- secukupnya Air
Cara Membuat
- Siapkan bahan yang akan diolah menjadi kue rasidah.
- Siapkan wadah. Masukkan terigu, garam, gula, minyak goreng dan air ke dalam wadah.
- Aduk semua bahan hingga tercampur rata dan membentuk adonan kental. Saring adonan agar tidak ada tepung yang menggumpal saat dimasak.
- Panaskan wajan. Masak kue rasidah menggunakan api sedang.
Nb : saat memasak saya menambahkan ½ gelas belimbing air karena Adonan saya
terlalu kental (sesuaikan dengan keinginan masing-masing.)
- Jika rasidah sudah matang, cetak rasidah ke dalam mangkuk kecil. Ratakan permukaannya dengan spatula.
- Siapkan kue rasidah dan bawang goreng. Bila dirasa permukaan kue sudah rata. Keluarkan kue dari dalam cetakan. Taruh ke dalam piring.
Nb : untuk cetakan bebas, bisa pakai cetakan kue ataupun cetakan puding. Sesuaikan dengan keinginan masing-masing. Kalau saya sendiri masih dengan bentuk yang lama (original/otentik/aslinya) yaitu bentuk wajik.
- Potong kue rasidah membentuk pola wajik.
- Taburi bagian atas kue dengan bawang goreng.
- Kue rasidah istimewa siap dinikmati sepenuh hati
Pondok Pesantren Darun Nun







