Lucid Dream : Saat Kamu Sadar Kamu Sedang Bermimpi

Lucid Dream  : Saat Kamu Sadar Kamu Sedang Bermimpi

Oleh: Zainddin

Pernahkah Anda merasa sadar saat bermimpi? Ini adalah sesuatu yang wajar saat tertidur/tidak sadar. Lalu, bagaimana penjelasan ilmiah tentang proses seperti Lucid Dream, apakah berbahaya jika terjadi secara teratur saat bermimpi? Jadi, artikel ini akan menjelaskan bagaimana Lucid Dream atau dengan kata sederhana adalah kondisi di mana kemampuan untuk mengendalikan mimpi saat tidak sadar. Meskipun terdengar seperti fiksi ilmiah, Lucid Dream telah diteliti dan memiliki potensi luar biasa dalam pertumbuhan pribadi.

Lucid Dream ini bukanlah mitos atau kisah horor. Dari sudut pandang ilmiah, Lucid Dream adalah proses saat seseorang menyadari bahwa mereka sedang bermimpi, dan dalam beberapa kasus dapat mengarahkan perkembangan mimpi. Sering kali, ini terjadi pada fase tidur yang disebut REM (Rapid Eye Movement), saat otak terjaga dan mimpi paling sering terjadi. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Voss et al. pada tahun 2009, selama Lucid Dream  , bagian otak yang biasanya kita gunakan untuk berpikir (korteks prefrontal) benar-benar berfungsi, meskipun area ini biasanya “beristirahat” saat seseorang tertidur.

Namun, Lucid Dream bukan hanya hal yang umum. Dalam sebuah penelitian yang diteliti Schredl dan Erlacher pada tahun 2011, sekitar 55% peserta telah mengalami setidaknya satu Lucid Dream selama hidup mereka. Faktanya, sekitar 1 dari 4 orang mengalami Lucid Dream secara teratur, setidaknya setiap bulan. Jadi, jika Anda pernah mengalaminya, jangan panik, Anda tidak aneh.

Ada beberapa metode yang umumnya digunakan orang untuk memicu Lucid Dream. Salah satunya dikenal sebagai teknik MILD (Mnemonic Induction of Lucid Dream), atau mengulang afirmasi sebelum tidur seperti “Nanti saat saya bermimpi, saya akan sadar.” Teknik lainnya adalah WBTB (Wake Back to Bed), di mana Anda bangun setelah sekitar 5-6 jam tidur, lalu bangun sebentar untuk fokus pada tekad Anda untuk memiliki Lucid Dream  , lalu tidur. Bersamaan dengan ini, ada juga rutinitas pemeriksaan realitas seperti melihat tangan Anda atau memeriksa jam elektronik—hal-hal yang pasti terlihat aneh dalam mimpi. Ada juga individu yang melaporkan bahwa menuliskan mimpi mereka dalam jurnal mimpi saat bangun tidur bermanfaat untuk mengetahui pola mimpi seseorang.

Bahkan, beberapa eksperimen memaparkan tidur REM ke cahaya atau suara untuk membangunkan seseorang dari mimpinya. Lucid Dream tidak terlalu berguna dalam hal tertentu, namun beberapa manfaat menarik dari Lucid Dream membantu mereka yang mengalami mimpi buruk, terutama individu yang telah mengalami trauma atau PTSD. Dengan mengetahui keadaan mimpi, Anda dapat “bertarung” dengan materi mimpi dan mengurangi rasa takut. Kreativitas dan pemahaman diri meningkat saat Anda mampu bermain-main sebanyak yang Anda inginkan dalam pekerjaan Anda sendiri di dunia. Faktanya, beberapa atlet menggunakannya untuk melatih pikiran. Meskipun demikian, Lucid Dream juga berisiko. Jika dilakukan terlalu sering atau dicoba terlalu agresif, hal itu akan mengacaukan kualitas tidur.

Bagi pasien yang menderita beberapa jenis penyakit mental seperti skizofrenia, Lucid Dream hanya akan memperburuk keadaan karena batas antara mimpi dan kenyataan menjadi kabur. Dalam kejadian menarik di tahun 2024, sebuah perusahaan teknologi bernama REMspace menyatakan bahwa mereka telah berhasil membuat dua orang dapat “berkomunikasi” satu sama lain dalam Lucid Dream  .Satu orang menerima pesan yang dikirim saat tidur, dan membalasnya dalam mimpi.

Hal ini belum 100% diverifikasi, tetapi membuat banyak orang terpesona—dapatkah kita berbicara dengan orang lain saat kita bermimpi? Jika Anda ingin bereksperimen dengan dunia Lucid Dream, maka Anda dapat memulai dengan dasar-dasarnya: membuat jurnal mimpi yang rajin saat bangun tidur, melakukan pengecekan realitas saat bangun tidur dan sebelum tidur, dan memastikan tidur yang cukup dan baik.

Beberapa buku seperti Exploring the World of Lucid Dream ing karya Stephen LaBerge mungkin menjadi panduan yang bermanfaat. Atau jika Anda lebih suka menjadi lebih praktis, Anda memiliki aplikasi seperti Sleep Monitor dan Dream  Journal yang membantu Anda melacak siklus tidur dan mimpi Anda. Pada akhirnya, Lucid Dream hanyalah salah satu cara untuk menjadi lebih mengenal diri sendiri—sebuah alam semesta yang sepenuhnya Anda yang bertanggung jawab. Namun seperti segala hal lain dalam hidup, moderasi sangatlah penting. Jangan terlalu teralihkan, karena tidur masih jauh lebih penting daripada mimpi yang paling menakjubkan sekalipun.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp