Manusia dan Harapan
Oleh : Ira Safira
Harapan berakar dari kata harap yang
miliki arti keinginan. Harapan juga memiliki beberapa arti seperti asa,
keinginan, sedangkan kata harapan mempunyai makna sesuatu keinginan yang ada
dalam benak manusia. Setiap manusia yang memiliki tujuan hidup tentu memiliki
harapan dan manusia yang tidak memiliki harapan dapat dikatakan “mati” dalam
kehidupan. Bahkan orang yang sudah
meninggal dunia pun memiliki harapan berupa pesan – pesan wasiat kepada sanak
saudaranya untuk dilaksanakan.
miliki arti keinginan. Harapan juga memiliki beberapa arti seperti asa,
keinginan, sedangkan kata harapan mempunyai makna sesuatu keinginan yang ada
dalam benak manusia. Setiap manusia yang memiliki tujuan hidup tentu memiliki
harapan dan manusia yang tidak memiliki harapan dapat dikatakan “mati” dalam
kehidupan. Bahkan orang yang sudah
meninggal dunia pun memiliki harapan berupa pesan – pesan wasiat kepada sanak
saudaranya untuk dilaksanakan.
Harapan yang dimiliki manusia
terkadang tidak semua menjadi nyata. Beberapa harapan terkadang hanya menggema
dalam pikiran tanpa tidakan, beberapa lainnya bertindak namun tidak sesuai
dengan harapan dan ada juga yang terlalu
melangitkan harapan kepada manusia lainnya yang terkadang berujung pasti dan
terkadang berujung patah hati, karena ketika harapan digantungkan kepada orang
lain maka akan selalu ada rasa terobsesi untuk mengejar mewujudkan sampai
terkadang membuat lupa bahwa tidak semua harapan bisa menjadi kenyataan tanpa
izin sang kuasa. Imam Syafi’I pernah berkata:
terkadang tidak semua menjadi nyata. Beberapa harapan terkadang hanya menggema
dalam pikiran tanpa tidakan, beberapa lainnya bertindak namun tidak sesuai
dengan harapan dan ada juga yang terlalu
melangitkan harapan kepada manusia lainnya yang terkadang berujung pasti dan
terkadang berujung patah hati, karena ketika harapan digantungkan kepada orang
lain maka akan selalu ada rasa terobsesi untuk mengejar mewujudkan sampai
terkadang membuat lupa bahwa tidak semua harapan bisa menjadi kenyataan tanpa
izin sang kuasa. Imam Syafi’I pernah berkata:
“ketika
hatimu terlalu berharap pada seseorang, maka Allah timpakan atas kamu pedihnya
pengharapan supaya mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui orang yang
berharap selain-Nya, Allah menghalangi dari perkara tersebut semata agar ia
kembali berharap kepada Allah SWT” http://www.universa.id/article
hatimu terlalu berharap pada seseorang, maka Allah timpakan atas kamu pedihnya
pengharapan supaya mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui orang yang
berharap selain-Nya, Allah menghalangi dari perkara tersebut semata agar ia
kembali berharap kepada Allah SWT” http://www.universa.id/article
Ali Bin Abi
Thalib juga pernah berkata:
Thalib juga pernah berkata:
“Aku sudah pernah merasakan kepahitan hidup dan yang paling pahit ialah
berharap pada manusia”
berharap pada manusia”
Harapan perlu dilangitkan, tidak
pada manusia tetapi pada sang Maha Kuasa. Disamping melangitkan harapan tak
lupa untuk mengiringi doa agar setiap harapan yang akan menjadi kenyataan
terdapat keberkahan, dan jika hari ini harapanmu belum menjadi kenyataan
mungkin dibalik kecewamu ada hadiah
terbaik untukmu karena manusia hanya bisa merencanakan perihal menjadi nyata
atau tidak Allah yang menentukan.
pada manusia tetapi pada sang Maha Kuasa. Disamping melangitkan harapan tak
lupa untuk mengiringi doa agar setiap harapan yang akan menjadi kenyataan
terdapat keberkahan, dan jika hari ini harapanmu belum menjadi kenyataan
mungkin dibalik kecewamu ada hadiah
terbaik untukmu karena manusia hanya bisa merencanakan perihal menjadi nyata
atau tidak Allah yang menentukan.







