MEMANG MANIS



Fitriatul Wilianti


Detak jam seakan semakin keras, bersahut-sahutan
dengan suara ibu yang memanggil, tapi sangat sulit untuk mata ini terbuka,
karena wangi selimut yang begitu menggoda serta dinginnya subuh yang semakin
memeluk. kembali ku kumpulkan niat, dan berusaha membuka mata serta hati. Jarum
jam menunjukan pukul 04.00, mulai terdengar bunyi kokok ayam di atas pohon
bersamaan dengan gesekan wajan dan sendok penggorengan, serta tercium wangi
nasi goreng khas seperti biasanya, dan itu yang paling menyenangkan dari setiap
subuh senin ku.

Ku tarik handuk yang di gantung di belakang pintu,
dan membersihkan diri untuk berangkat sebentar lagi, seperti biasanya semua
sudah di siapkan oleh ibuku untuk segala sesuatu yang aku perlukan di setiap
minggunya. Aku hanya perlu merawat diri sendiri. Dan sudah hampir waktunya,
dinginnya subuh semakin menusuk tetapi rasanya tak dirasa oleh hangatnya teh
dan nikmatnya nasi goreng buatan ibuku sebelum aku akan bergegas. Seperti
itulah hari-hari senin subuhku, bangun subuh menyiapkan keperluan diri,
menikmati hidangan pagi, serta kasih sayang manis dari seorang ibu.  Kemudian berangkat dengan dibonceng oleh
keromantisan seorang ayah selama perjalanan.
Masa-masa Sma memang yang paling menarik.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp