MENGAPA ENGGAN MENGHAFALKAN AL-QUR’AN



Oleh :M. Irhaz Irham

Bismillahir-rahmani rahim 
segala puji hanya milik Allah yang telah memberikan kita nikmatnya, termasuk di antaranya nikmat yang paling besar, yaitu nikmat iman dan Islam, begitu pula nikmat kesehatan sampai sekarang. Shalawat serta salam kita curahkan ke Nabi besar Allah yang tidak pernah lupa kepada umatnya bahkan ia
lebih mencintai umatnya dari pada dirinya sendiri dan keluarganya yaitu Nabi
Allah Muhammad Saw. sang rasul yang mulai dan telah di utus oleh rabb untuk
rahmat lil alamin.

Menghafal Al-qur’an adalah amalan yang sangat mulia dan sangat
istimewa begitu banyak keutamaan membacanya dan menghafalkannya, tetapi masih
banyak di antara kita masih sering lalai membacanya apa lagi menghafalnya andai
saja mereka tahu keutamaan menghafal Al-qur’an mereka yang lalai akan berbondong
bondong dalam menghafalkannya contohnya saja pada hari kiamat nanti Al-qur’an akan datang kepada yang menghafalkannya menjadi syafaat baginya. Tetapi masih banyak
saja bagi mereka yang lalai dalam menghafalkannya, mungkin saja Al-qur’an bukan
susah di hafalnya akan tetapi masih banyak godaan yang menghalangi mereka  berikut ini saya akan membahas 3 hal kecil
yang membuat enggan  dalam menghafal 
Al-qur’an.

1. Takut tidak bisa mengamalkannya

Terkadang perasaan ini sering sekali menjadi penghambat besar dalam
menghafal Al-qur’an. Jika yang menghafalkannya takut tidak dapat mengamalkan, nah
rasa takut itu yang membuat kita enggan menghafalkannya sehingga timbul di
benak kita  untuk apa menghafal Al-qur’an jika tidak mengamalkannya lebih tidak sama sekali. Ini yang menyebabkan kita
enggan untuk menghafalkan Al-qur’an dan melalaikan keutamaan menghafal 
Al-qur’an.

Dan salah satu solusinya adalah jangan pernah berpikir bahwa mengamalkan Al-qur’an itu wajib bagi yang
menghafalkannya, itu salah besar akan tetapi jika mengaku memeluk agama Islam maka
wajib bagi kita mengamalkan isi Al-qur’an, yang hafal ataupun tidak. Hal ini karena Al-qur’an adalah kitab suci agama kita (Islam). Yang di mana kalau kita
tidak menghafalkan Al-qur’an bagaikan kita di tawari nikmat yang sangat indah
tapi kita menolaknya dengan alasan takut melalaikannya .

2. Takut miskin

Percaya
atau tidak wahai sobat sobat sekalian ada sebagian orang enggan menghafalkan Al-qur’an karena takut miskin meskipun kita tidak mendengarkan langsung secara
lisan, hal ini dikarenakan mereka berpikir dengan menghafal Al-qur’an membuat mereka enggan bekerja dikarenakan harus fokus di Al-qur’an dan
harus tiap hari mengulanginya. Dan saya pernah mendengar bahwasanya Al-qur’an jika kita meninggalkannya  dalam satu
hari maka kita akan ditinggalkan Al-qur’an) dalam satu minggu dan jika kita tidak
membacanya atau mengulanginya dalam satu bulan maka kita akan ditinggalkan selama satu
tahun ,dan juga jika kita meninggalkan Al-qur’an dalam satu tahun maka kita akan
ditinggalkan Al-qur’an selamanya. Ketauilah dan renungilah wahai sobatku, percayalah Al-qur’an bisa membuat kita kaya. Kaya harta maupun kaya hati karena
rezeki Allah tidak di sangka sangka. Jika kita mempelajari Al-qur’an rezeki akan
datang bersama kita selama Al-qur’an bersama kita . Diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra. bahwa 
Rasulullah
saw. pernah bersabda:

لَيْسَ الغِنَى عَنْ كَثْرَةِ العَرَضِ وَلَكِنَّ الغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Kekayaan
yang sesungguhnya bukanlah dengan banyaknya

harta.
Tetapi kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan

hati (yang selalu merasa cukup).” (HR. al-Bukhari)

3. Tugas kuliah menumpuk

Salah satu alasan
enggan menghafal 
Al-qur’an dikarenakan sibuk dengan tugas kuliah yang menumpuk
,sehingga tak ada waktu untuk menghafalkan 
Al-qur’an dan jika pun ada waktu alasannya badan tidak fit untuk menghafal Al-qur’an yang mengakibatkan kurangnya konsentrasi
sehingga mengurungkan niatnya untuk menghafal 
Al-qur’an. Ketahuilah wahai
sobatku tidak ada kesuksesan yang di raih dengan bersantai santai saja, namun jika kesuksesan itu di raihnya dengan susah payah, maka dari pada kita
harus berusaha untuk membagi waktu antara tugas kuliah dan menghafalkan 
Al-qur’an, betapa indahnya jika kita sukses dalam
dunia dan akhirat. Di dunia kuliah kita sukses dan dengan menghafal kita punya bekal untuk menuju akhirat. Dan tahukah kamu dengan ini kita bisa menjadi orang yang bertakwa kepada Sang Rabb  karena sebaik baik bekal adalah takwa.

وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ
ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

Artinya: “Berbekallah, dan sesungguhnya
sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang
berakal.”



Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp