Oleh Nazar Junio
Di rumah teduh, sang penyair bermukim,
Menyemai makna dalam bait yang hakim,
KH. D. Zawawi Imron, pujangga mulia,
Syairnya mengalun, merasuk sukma.
Aku berlabuh ke rumah sang Celurit Emas,
Dalam naungan ilmu yang penuh berkah,
Bait demi bait mengalir bak sungai tak henti,
Membawa getar yang meresap ke dalam diri.
Lantunan syairnya, sungai makna,
Mengalir teduh ke jiwa yang dahaga,
Setiap guratan menyimpan hikmah,
Menuntun langkah, meneguhkan amanah.
KH. D. Zawawi Imron, guru bijaksana,
Warisan syairnya abadi selamanya,
Di sanubari, namanya bersemayam,
Sebagai cahaya yang selalu menyelam.
Author
Post Views: 63