Oleh:
Hilmi Gholi HIbatulloh
Haloo guys…! Kenalkan namaku Hilmi Gholi Hibatulloh, biasa
dipanggil Gholi, aku seorang siswa SMP kelas 9 di salah satu pesantren yang ada
di Kota Reog (sebutan untuk kota ponorogo) Jawa Timur. Selama aku menuntut ilmu
di pesantren ini berbagai macam peristiwa dan pengalaman telah kualami. Dari
yang lucu, menyenangkan, menyedihkan, bahkan sampai yang menyeramkan pun pernah
kualami selama 3 tahun aku tinggal di pesantren ini. Dan disini aku akan
menceritakan salah satu dari pengalamanku yang menyeramkan. Bagiku pengalaman
ini menyeramkan tapi tidak tahu untuk kalian yang sedang membaca tulisan ini.
Cerita bermula ketika aku dan teman-temanku kembali dari liburan
panjang . Aku telah naik kelas 9 SMP sehingga harus berpindah asrama ke asrama
khusus untuk santri tahun terakhir. Asrama khusus itu sebenarnya tidak jauh
dengan asrama lamaku, hanya bersebelahan saja namun bedanya asrama ini masih
baru dan terletak di bagian pojok pesantren yang diselimuti pepohonan dan
bambu- bambu. Aku senang-senang saja karena dapat asrama yang masih baru dan
luas. Luasnya saja hampir dua kali lipat dari asrama lamaku.
Hari-hari pun kualami dengan menyenangkan semenjak tinggal disitu.
Namun kegembiraan itu tak berlangsung lama. Sekitar 1 bulan aku tinggal di situ
hal-hal aneh pun mulai terjadi. Bermula pada temanku, Jaka. Dia mengalami
kejanggalan ketika tidur malam, tepatnya sekitar jam 11:30 malam. Pada jam itu
kebanyakan dari teman-temanku sudah tertidur, namun aku yang biasa tidur cepat
pada waktu itu belum tidur karena masih membaca novel yang baru kupinjam. Aku
membaca novel tepat di sebelah jaka yang sudah tertidur pulas semenjak pukul
10:30. Tepat pukul 11:30 jaka terbangun sambil melihat lemari yang terletak di
seberangnya dengan ketakutan. Sontak saja aku ikut melihat lemari tersebut,
namun aku tak melihat apapun. Langsung saja kutanya pada jaka. “Jak kenapa
lu? , liat lemari kok kayak liat setan aja” Kataku pada jaka sambil
menutup novel yang sedang kubaca. “Lu emang gak liat tadi di lemari ada
yang mau keluar” Katanya sambil berusaha menutupi pandangannya ke lemari
memakai selimut. “Lah emang apaan, orang gak ada apa-apa” Jawabku
sambil melihat lemari yang dia maksud. “Ada ghol, tadi gua liat ada kayak
orang mau keluar dari tuh lemari, tapi agak buram dan gak jelas” Katanya
berusaha meyakinkanku. Setelah dia mengatakan itu tiba-tiba bulu kuduk ku
merinding dan suasana mulai terasa sedikit aneh dan tidak nyaman. Langsung saja
aku letakan novel yang kubaca tadi dan beranjak tidur dengan menutupi seluruh
badan ku dengan selimut agar terasa lebih nyaman. Dan tidak tahu kapan aku
tertidur tahu-tahu sudah terdengar suara ustadz membangunkan kami.
Paginya di kelas, jaka dan aku menceritakan pengalaman tadi malam
pada teman-teman. Dan ternyata tidak hanya jaka yang mengalami hal tersebut.
Wahyu salah satu temanku yang berasal dari pasuruan mengalami hal tersebut
juga. Bahkan lebih dari sekali. Dia bercerita bahwasanya mengalami hal tersebut
setiap dia tidur di depan tiang penyangga yang ada di asrama kami. Tiang
penyangga tersebut tepat berseberangan dengan lemari yang di maksud jaka tadi
malam. Kami semua pun terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh wahyu. Semenjak
hal tersebut hampir tidak ada yang tidur di depan tiang penyangga tersebut.







