ORANGTUA, ANAK DAN TEKNOlOGI


 Siti
Khoirun Niswah
Kemajuan
teknologi di Indonesia berkembang dengan pesat sehingga memudahkan masyarakat
dalam mengakses informasi dan mendapatkan berbagai aplikasi yang mudah untuk
didapatkan. Berbagai jenis layanan aplikasi seperti Gojek, Go food, Grap, game
online dan berbagai kemudahan lainnya yang dapat di akses setiap kali
dibutuhkan oleh masyarakat . Salah satu aplikasi game online di era sekarang
sangat digemari oleh masyarakat mulai dari anak-anak sampai dewasa. Sebagai
orangtua tidak mungkin dapat mencegah anak-anak dalam menikmati kecanggihan
teknologi. Apalagi anak-anak, mereka tidak mungkin dapat mencegah dirinya
sendir dalam melawan arus kemajuan teknologi. Mereka pun belum mampu memfilter
antara kegunaan yang positif dan negatif. Lalu bagaimana tindakan sebagai anak
dan orangtua, apakah dari pihak orangtua melarang anak-anaknya dalam menikmati
kecanggihan teknologi, ataukan anak-anak yang harus menjauhi kemajuan
teknologi?

Sebagai
orangtua tidak mungkin secara langsung melarang anak-anaknya untuk tidak
menikmati kemajuan teknologi. Jika mereka para anak dilarang menikmati
teknologi dan bergelut di dunia itu, mereka akan menjadi anak yang tertinggal
oleh kecanggihan teknologi yang menjadikan kemajuan zaman. Orangtua dapat
meminimalisir penggunaan teknologi bagi anak dan tidak harus menjauhkan mereka
dari teknologi.  Tindakan awal yang perlu
dilakukan oleh orangtua adalah memberi pemahaman terhadap positif dan negatif
kemajuan teknologi. Karena setiap kemajuan pasti akan ada dampak yang dapat
dijadikan sebagai pandangan. Sekarang yang diamati oleh penulis, anak-anak
banyak yang kecanduan oleh kemajuan teknologi yang berbasis internet. Mereka
bahkan lupa akan waktu ketika sudah berhadapan dengan handphone yang dapat
ber-koneksi pada internet. Pasti hal pertama yang mereka akses ialah game dan
youtube.

Orangtua
yang berlatar belakang ekonomi yang cukup, pasti akan memberikan fasilitas
terbaik untuk anak-anak mereka. Apa yang mereka inginkan selalu dituruti tanpa
memperhatikan dampak yang akan terjadi selanjutnya. Bagi mereka yang penting
anak mereka tidak mogok berangkat ke sekolah, dianggapnya sudah beres.
Padahal bukan demikian. Menurut ilmu psikologi, orangtua (keluarga) adalah
tempat pendidikan anak yang pertama. Namun sekarang sepertinya sudah sedikit
berubah, para anak-anak justru lebih terdidik dengan internet. Zaman seperti
ini tidak bisa anak dipasrahkan seutuhnya pada guru atau pada orangtua. Guru
menasehati ketika anak-anak berada di lingkungan sekolah, sementara orantua
yang mendidik dan mengawasi ketika dirumah. Sebagai orangtua juga harus melek
dengan kemajuan teknologi dan zaman. Menurut penulis, yang harus diterapkan pertama
oleh orangtua ialah kasih sayang. Ketika kasih sayang antar anak dan orangtua
terjalin harmonis, ikatan mereka juga akan baik sehingga ketika orangtua
menasehatinya, seorang anak akan mendengarkan juga malakukan apa yang dilarang
dan diperintahkan oleh orangtua.

Beberapa
contoh yang ditemukan oleh peneliti, anak-anak masih tetap bermain handphone
ketika berada di masjid. Bukan sholat atau mengaji yang mereka lakukan, tetapi
bermain handphone dan dilihat, orangtua mereka pun tidak ada di masjid. Lalu
siapa yang akan menegur mereka? Kalau orangtuany saja tidak ada di masjid.
Selain itu, di lingkungan sekolah, mereka masih sempat-sempatnya untuk membawa
handphone ke sekolah secara diam-diam. Lalu apa yang mereka dapatkan? Di
sekolah, main game, di sekolah sore  main
game, di masjid masih main game. Semakin anak-anak sering bermain game, semakin
anak-anak susah untuk dinasehati. Sebab mereka sudah terpengruh oleh teknologi.
Sekarang mulai masuk zaman coding, dimana masyarakat tidak perlu susah payah
untuk  menjelaskan suatu apa yang
dimaksudkan. Cukup memeberi emotikon pada sebuah pesan sudah dapat mewakili
perasan. Bagaiamana dengan anak, haruskah mereka diberi pentunjuk coding ini?
Tidak perlu, sebagai orantua bisa saja memeberi 
kesempatan anak untuk bisa belajar dengan segala situasi adanya berbagai
aplikasi ini.

Kedua, adalah
pengawasan. Orangtua harus bisa mengawasi anaknya bagaimana agar tidak
mengaskses hal-hal yang negatif. Memberi mereka kesempatan bermain game online
tetapi dibatasa dan hal itu boleh dilakukan ketika liburan sekolah. Dengan
demikian, anak-anak tetap  dapat
mengikuti kecanggihan teknologi tetapi tetap dalam pengawasan orangtua. Ketiga
orangtua juga harus bisa mengikuti kemajuan teknologi, dan mestinya lebih maju
daripada anak. Karena apabila orangtua tidak bisa mengikuti perkembangan zaman,
anak-anak akan mendapatkan kesempatan untuk berbohong kepada orangtuanya yang
kurang mengikuti kemajuan teknologi. Orangtua dapat bekerjasama dengan guru
disekolah materi apa yang telah diajarkan dan ketika guru menggunakan
teknologi, orangtua dapat memepelajarinya sehingga antara pembelajaran di
sekolah dan dirumah dapat diikuti oleh anak-anak.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Bukit Cemara Tidar-Sukun-Karangbesuki
Darunnun.com

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp