Oleh : Ahmad Jaelani Yusri
Orang Indonesia belum dianggap makan kalau belum makan nasi. Anggapan itu sudah sangat membumi di masyarakat kita. Nasi berasal dari beras yang dimasak. Tak dapat dipungkiri kebutuhan beras di Indonesia sangat tinggi. Bahkan konsumsi beras di Indonesia pada tahun 2021 menurut BRIN mencapai 114,6 kg per orang per tahun. Jumlah yang sangat fantastis. Disamping itu permasalahan ketersediaan beras sebagai makanan pokok menjadi perhatian yang serius. Cuaca yang tidak menentu dan juga alih fungsi lahan diduga menjadi salah satu sebab berkurangnya pasokan beras di tanah air. Tambah lagi menurut kanal berita CNBC Indonesia, produksi beras turun 0,35% dengan rentang tahun 2015-2021.
Singkong bisa menjadi pilihan selain nasi. Singkong adalah salah satu jenis umbi-umbian yang mengandung karbohidrat. Beberapa daerah di Indonesia menjadikan singkong sebagai makanan pokok. Namun, tahukah Anda sebenarnya apa kandungan gizi dan manfaat singkong? . Setiap 100 gram singkong mengandung 38 gram karbohidrat. Karenanya, singkong menjadi sumber energi yang baik bagi Anda yang akan menjalani aktivitas fisik berat.Aktivitas fisik akan menguras glikogen, bentuk glukosa yang disimpan sebagai cadangan energi. Ketika Anda makan singkong, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa, kemudian diubah lagi menjadi glikogen dan disimpan dalam otot. Jadi, manfaat singkong untuk menambah energi tak bisa disepelekan.
Singkong mengandung pati resistan dalam jumlah yang cukup tinggi. Pati resistan termasuk ke dalam jenis serat tidak larut yang kaya akan selulosa.Jenis serat ini sangat berguna untuk membantu kelancaran pencernaan sehingga dapat mencegah sembelit. Keberadaaannya juga dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik yang akan melindungi usus Anda dari peradangan. Serat juga membantu Anda menurunkan berat badan karena bisa membuat Anda kenyang lebih lama.
Sebagai alternatif, nasi oyek dapat menggantikan peran nasi beras untuk dikonsumsi masyarakat Indonesia. Oyek termasuk olahan singkong yang berbentuk bulir bulat berwarna coklat kehijauan dan teksturnya lebih halus dari tiwul. Oyek dikenal di sebagian daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seperti kemarin saya sehabis berkunjung dari Tulungagung dan diberi oleh-oleh oyek dari teman. Sesuai dugaan rasanya enak dan tak terlalu manis. Oyek bisa ditemani lauk apa saja. Kebetulan saya memakai serutan kelapa. Oyek dapat dikemas instan dengan bungkus pouch. Cara memasaknya pun mudah karena hanya perlu merendamnya dengan air selama dua menit kemudian dikukus selama 20 menit. Jika sudah terlihat mekar tandanya oyek siap disantap.
Menurut Kemenkes RI, keunggulan oyek dari nasi biasa adalah kandunga gizinya yang cukup tinggi. Kandungan zat besi, serat dan karbohidrat dari oyek ini mampu menyehatkan sistem peredaran darah, mengatasi berat badan dan meminimalisir resiko diabetes. Selain itu oyek juga memperbaiki kelancaran sistem pencernaan, meredakan radang sendi lutut serta menurunkan kolesterol baik.
Jadi bagaimana teman-teman? , sekarang sudah kenal kan dengan panganan dengan nama oyek. Panganan tradisional yang sederhana dan beribu khasiatnya.
Pondok Pesantren Darun Nun Malang








