Oleh: Fitriatul wilianti
Malang 19 Maret 2020, setiap hari
informasi yang masuk di gawai tentang virus corona (Covid-19) semakin lama
semakin menakutkan, informasi terakhir yang masuk yang dimuat di kompas.com
dikabarkan bahwa terakhir ditanggal 18 Maret 2019 pasien positif Covid-19 sudah
mencapai 227 orang, 11 orang sembuh dan 19 orang meninggal. Semakin hari jumlah
pasien yang terjangkit virus semakin bertambah, sejak selasa 10 maret 2020
kemaren pasien positif corona pertama yang pada awalnya berjumlah 2 orang
bertambah hingga 227 orang dalam beberapa hari terakhir (detiknews).
informasi yang masuk di gawai tentang virus corona (Covid-19) semakin lama
semakin menakutkan, informasi terakhir yang masuk yang dimuat di kompas.com
dikabarkan bahwa terakhir ditanggal 18 Maret 2019 pasien positif Covid-19 sudah
mencapai 227 orang, 11 orang sembuh dan 19 orang meninggal. Semakin hari jumlah
pasien yang terjangkit virus semakin bertambah, sejak selasa 10 maret 2020
kemaren pasien positif corona pertama yang pada awalnya berjumlah 2 orang
bertambah hingga 227 orang dalam beberapa hari terakhir (detiknews).
Informasi-informasi tersebutpun
dimuat dalam berbagai media informasi, baik media massa maupun media cetak
lainnya. Informasi-informasi ini juga cukup membuat panik seluruh masyarakat
indonesia, baik anak-anak, orang tua, maupun mahasiswa dan juga kalangan
pelajar. Di tambah lagi dengan adanya penetapan dan penyeruan oleh Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk
tetap di dalam rumah selama 14 hari, penetapan tersebutpun diterapkan oleh
seluruh lingkungan sekolah baik pelajar maupun mahasiswa di seluruh Indonesia
dengan diberlakukannya kuliah online di tempat tinggal masing-masing. Tentu
saja hal ini membuat masyarakat cukup panik, banyak mahasiswa dari rantauan
yang ingin pulang dan berkumpul dengan keluarga, bahkan ada orang tua yang
nekat menjemput anaknya untuk kembali berkumpul dengan mereka karena
ketakutan-ketakutan itu.
dimuat dalam berbagai media informasi, baik media massa maupun media cetak
lainnya. Informasi-informasi ini juga cukup membuat panik seluruh masyarakat
indonesia, baik anak-anak, orang tua, maupun mahasiswa dan juga kalangan
pelajar. Di tambah lagi dengan adanya penetapan dan penyeruan oleh Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk
tetap di dalam rumah selama 14 hari, penetapan tersebutpun diterapkan oleh
seluruh lingkungan sekolah baik pelajar maupun mahasiswa di seluruh Indonesia
dengan diberlakukannya kuliah online di tempat tinggal masing-masing. Tentu
saja hal ini membuat masyarakat cukup panik, banyak mahasiswa dari rantauan
yang ingin pulang dan berkumpul dengan keluarga, bahkan ada orang tua yang
nekat menjemput anaknya untuk kembali berkumpul dengan mereka karena
ketakutan-ketakutan itu.
Adapun informasi terbaru yang di
muat oleh tvonenews dan juga Makassar_iinfo di instagram mereka bahwa Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan untuk memperpanjang status
keadaan tertentu darurat wabah bencana penyakit akibat virus corona (covid-19) di
Indonesia, dan status perpanjangan ini
berlaku hingga 91 hari kedepan atau sampai tanggal 29 Mei 2020. Dan Informasi
tersebut masih di pertanyakan kebenaran dan penerapannya sampai sekarang.
muat oleh tvonenews dan juga Makassar_iinfo di instagram mereka bahwa Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan untuk memperpanjang status
keadaan tertentu darurat wabah bencana penyakit akibat virus corona (covid-19) di
Indonesia, dan status perpanjangan ini
berlaku hingga 91 hari kedepan atau sampai tanggal 29 Mei 2020. Dan Informasi
tersebut masih di pertanyakan kebenaran dan penerapannya sampai sekarang.
Dengan adanya penyebaran virus yang
semakin hari semakin cepat dan bertambah ini, seluruh masyarakat diharapkan
untuk menjaga kesehatan masing-masing dan tetap dirumah untuk mencegah
penyebaran covid-19. Berbagai cara pun disampaikan oleh badan kesehatan sebagai
upaya pencegahan virus, yaitu berupa upaya menjaga diri tetap bersih dan
higenis dengan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer
setiap waktu, mengonsumsi makanan-makanan sehat untuk ketahanan tubuh, dan juga
menggunakan masker di berbagai tempat jika keluar rumah serta upaya-upaya pencegahan
lainnya.
semakin hari semakin cepat dan bertambah ini, seluruh masyarakat diharapkan
untuk menjaga kesehatan masing-masing dan tetap dirumah untuk mencegah
penyebaran covid-19. Berbagai cara pun disampaikan oleh badan kesehatan sebagai
upaya pencegahan virus, yaitu berupa upaya menjaga diri tetap bersih dan
higenis dengan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer
setiap waktu, mengonsumsi makanan-makanan sehat untuk ketahanan tubuh, dan juga
menggunakan masker di berbagai tempat jika keluar rumah serta upaya-upaya pencegahan
lainnya.
Semoga dari setiap pencegahan upaya
serta penerapan oleh masyarakat tersebut dapat membantu mengurangi penyebaran
virus corana covid-19, dan semoga kasus-kasus penyebaran virus di Indonesia
segera terselesaikan dengan hadirnya penangkal virus untuk mengurangi ketakutan
masyarakat, dan harapan untuk setiap media-media yang akan memuat
informasi-informasi terbaru mengenai covid-19 agar memuat informasi-informasi
benar-benar fakta dengan tidak menakut-nakuti warga.
serta penerapan oleh masyarakat tersebut dapat membantu mengurangi penyebaran
virus corana covid-19, dan semoga kasus-kasus penyebaran virus di Indonesia
segera terselesaikan dengan hadirnya penangkal virus untuk mengurangi ketakutan
masyarakat, dan harapan untuk setiap media-media yang akan memuat
informasi-informasi terbaru mengenai covid-19 agar memuat informasi-informasi
benar-benar fakta dengan tidak menakut-nakuti warga.







