Pengaruh “FYP TikTok” terhadap Pola Pikir Masyarakat dalam kehidupan sehari-har

Oleh : Zainuddin

Di kutip dari artikel yang ditulis oleh Pierre Rainer pada saah satu website “GoodStats” yaitu; Dalam rilis dari DataReportal bertajuk Digital 2023 October Global Statshot Report, setidaknya telah ada 106.518.000 pengguna aplikasi TikTok di tanah air pada Oktober 2023. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara dengan pengguna TikTok terbesar kedua di dunia. Pengguna TikTok didominasi oleh Generasi Z. Jakpat menyebutkan bahwa mayoritas Gen Z menggunakan aplikasi TikTok (24%) sebagai sumber informasi dalam kehidupannya. Youtube menjadi posisi selanjutnya dengan presentase 23%, kemudian Instagram dengan angka 22%. Gen Z juga dikenal sebagai kelompok masyarakat yang mengakses TikTok dengan durasi panjang dalam satu kali kesempatan akses. Jakpat juga merilis sebuah data bertajuk Indonesia Mobile Entertainment & Social Media Trends – 2nd Semester of 2023.

Data di survey tersebut menghasilkan keterangan bahwa mayoritas Gen Z menghabiskan waktu lebih dari satu jam dalam sekali kesempatan akses. Responden yang menyatakan hal tersebut sebanyak 47% dari total 1.513 responden. Di bawahnya, sebanyak 22% responden Gen Z menyatakan menghabiskan 31-60 menit untuk mengaksesnya dalam sekali kesempatan. 17% responden menghabiskan 16-30 menit, sementara 8% responden menghabiskan waktu 6-15 menit sekali akses TikTok. Dari data tersebut dapat dipastikan generasi Z adalah kelompok masyarakat yang menghabiskan banyak waktu dalam mengakses aplikasi TikTok dalam sehari. Data tersebut menunjukkan bahwasanya TikTok adalah aplikasi yang sering dipakai dalam mengakses informasi daripada media massa yang lain, sehingga pengaruh TikTok dapat berpengaruh dengan pola pikir pengguna Aplikasi TikTok.

Trend FYP selalu mengikuti Algoritma yang disukai pengguna TikTok dalam mengakses Aplikasi tersebut. Dalam kaitan ini pengguna akan terobsesi dengan beberapa tampilan yang sering muncul dalam beranda TikTok pada saat menggunakan aplikasi tersebut. Adanya penggunaan TikTok sebagai penunjang informasi yang diakses oleh generasi Z, FYP acap kali menjadi hal yang sangat berpengaruh dalam LifeStyle Gen-Z. hal-hal yang viral akan dengan mudah tersampaikan dengan cepat kepada pengguna aplikasi TikTok. Dapat diambil sebuah contoh trend FYP yang berdampak negatif kepada LifeStyle Gen-Z seperti halnya pakaian yang dipakai dala bergaul dengan lingkungan sekitar, ketika masyarakat sekitar masih dengan budaya dan adat yang dilestarikan, mereka yang terpengaruh dengan adanya pakaian yang tengah Trend dengan adanya FYP akan dianggap aneh dan nyeleneh dari kebiasaan mayarakat, sehingga Trend FYP dalam kaitan ini termask dampak negatif penggunaan TikTok.

Dampak negatif yang lain adalah adanya beberapa opini yang menjadi viral dikarenakan algoritma TikTok yang menyebabkan perubahan pola pikir yang mengakibatkan dampak buruk pada keseharian masyarakat. Seperti halnya yang sempat rame dibicarakan dalam pembahasan dalam yang dibahas oleh beberapa akun TikTok untuk menegaskan dan memberikan pembenaran terkait hal tersebut seperti halnya ada salah satu postingan yang mengambarkan kehidupan rumah tangga sepasang suami dan istri yang dipublikasikan lewat platfrom media internet yaitu TikTok yang berisi keluhan istri menjalin rumah tangga bersama pasangannya dan sekelumit permasalahan yang dibongkar beserta aib-aib rumah tangga mereka di postingan tersebut. Tujuan sang istri mengaploud hal tersebut untuk mencari atensi dari beberapa pihak yang mengalami permasalahan yang serupa, sehingga beberapa akun juga merasakan hal tersebut dan dampak adanya postingan tersebut adalah hubungan rumah tangga yang tidak harmonis, tidak adanya komunikasi yang baik antar suami dan istri dan menjadikan rasa bosan terhadap salah satu pihak yang bersangkutan.

Hal-hal tersebut adalah bukti bahwasanya FYP TikTok tidak dapat dijadikan sebagai sumber referensi menjalani kehidupan sehari-hari, bahkan hal tersebut berdampak buruk dalam kesehatan mental generasi z dengan adanya overthinking yang disebarluaskan oleh oknum yang mencari atensi pembenaran dari beberapa oknum yang bersangkutan pada konten tersebut. Terlepas dari dampak negatif dari penggunaan TikTok yang berlebihan, dampak dari adanya FYP yang berisi konten positif dan memberikan kebermanfaatan dalam memberikan pengaruh secara luas kepada masyarakat yang majemuk, seperti halnya konte membersihkan masjid, membersihkan sungai dan tepi laut dsb. Hal tersebut merupakan konten FYP yang positif dikarenakan dapat mendorong motivasi untuk berbuat kegiatan positif. Konten-konten positif ini seharusnya menjadikan FYP yang berisi konten positif dan membuat masyarakat termotivitasi untuk melakukan hal-hal yang positif, maka adanya FYP yang berisi konten negatif harus dialihkan kepada konten-konten yang positif.

 

 

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp