
Malang, Sabtu, 22 November 2025. Pondok Pesantren Darun Nun melaksanakan kegiatan Pengabdian Literasi Sekolah di MTs Al-Ma’arif 01 Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini digelar dalam rangka semarak memperingati Hari Santri Nasional. Meskipun momen tersebut telah berlalu, semangat pelaksanaannya tetap terasa sebagai wujud silaturahmi serta kontribusi nyata Pondok Pesantren Darun Nun yang berfokus pada pengembangan Berbahasa dan Berkarya dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Sebanyak 37 siswa-siswi MTs Al-Ma’arif 01 Singosari mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Para siswa-siswi dipilih dari 17 pondok pesantren yang memiliki potensi dalam bidang kepenulisan. Mereka tampak aktif menyimak materi hingga terlibat langsung dalam praktik penulisan memoar.
Kepala MTs Al-Ma’arif 01 Singosari, Ibu Dwi Retno Palupi, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kegiatan yang istimewa.Terima kasih sudah diberikan kepercayaan dan memilih sekolah kami untuk melakukan pengabdian literasi yang luar biasa ini. Kami secara kelembagaan mengapresiasi kegiatan ini, sangat bagus dan luar biasa.” tuturnya.

Beliau juga menitipkan salam hormat kepada Pengasuh Pondok Pesantren Darun Nun, K.H. Dr. Halimi Zuhdy, M.Pd., M.A., yang turut memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Jajaran guru MTs Al-Ma’arif 01 Singosari turut menyambut hangat kedatangan para santri Darun Nun dan berharap kerja sama dalam bidang pendidikan dapat terus berlanjut pada kesempatan berikutnya.
“Apapun kegiatan yang sekiranya dapat menunjang bakat anak-anak, InsyaAllah kami selalu support, jangan sungkan-sungkan ajukan proposalnya” tutur pihak MTs Almaarif menyambut ramah kedatangan kami.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, sambutan, dan doa bersama. Setelah itu, perwakilan santri Darun Nun menyerahkan cinderamata kepada pihak madrasah sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin.
Suasana kegiatan semakin hidup dengan sesi ice breaking yang dipandu oleh moderator Naila Humairo untuk mencairkan suasana para peserta. Memasuki sesi inti, siswa-siswi mendapatkan materi literasi penulisan memoar dengan tema “Ceritaku Menjadi Santri” yang disampaikan oleh salah satu santri Darun Nun, saudari Muflikhah Ulya, S.S., M.Pd.

Pada sesi praktik, peserta diberi kesempatan menyusun memoar singkat berdasarkan pengalaman pribadi mereka masing-masing. Para santri Darun Nun yang terlibat dalam kegiatan tersebut berperan menjadi fasilitator, sebanyak 12 santri Darun Nun yang mendampingi dan mengarahkan secara langsung dalam praktik penulisan siswa-siswi. Sehingga proses belajar berlangsung interaktif, dan penuh kreativitas.
Antusiasme para siswa-siswi terlihat jelas ketika mereka bersemangat diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya tulisannya. Dalam hal ini juga, mereka memberikan kesan dan pesan terhadap kegiatan ini.
“Kesan saya ketika menulis memoar, saya senang mengungkapkan perasaan saya selama di pondok. Walaupun capek saya senang, soalnya bisa berbagi cerita. Pokoknya seru acaranya” Ungkap salah satu santri putri.
“Acara ini sangat bagus sekali, karena saya bisa mengungkapkan apa yang saya rasakan selama di pondok pesantren. Saya juga bisa percaya diri mengekspresikan karya saya dalam bentuk tulisan yang bagus dan terstruktur” Ungkap salah satu santri putra.
Hal yang menarik lainnya adalah jawaban dari mereka ketika ditanya “Kenapa harus menulis?”. Salah satu dari mereka dengan penuh yakin dan tegas menjawab “Misalnya jika kita berpidato itu bisa ditelan waktu. Tetapi kalau menulis ia akan abadi dan bisa memberikan manfaat kepada siapapun dari masa ke masa”.
Pondok Pesantren Darun Nun berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat literasi dan berdampak nyata terhadap tumbuhnya karakter literat yang kuat bagi para pelajar, khususnya siswa-siswi di MTs Almaarif 01 Singosari.
Pewarta: Muhammad Khoirul Umam







