Pondok Pesantren Darun Nun Gelar Bedah Karya Jurnal Q1 Scopus, Bahas Tren Virtual Lab dalam Pendidikan Sains

MALANG – Pondok Pesantren Darun Nun menyelenggarakan agenda ilmiah bertajuk Bedah Karya Jurnal Q1 Scopus pada Ahad, 11 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 19.30 hingga 21.00 WIB bertempat di Masjid Baiturrahman, dan diikuti oleh para santri serta jamaah dengan penuh antusiasme.

Agenda bedah karya ini merupakan bagian dari ikhtiar Pondok Pesantren Darun Nun dalam membangun budaya literasi riset dan menguatkan tradisi diskusi ilmiah di lingkungan pesantren. Dengan mengusung semangat “Membaca karya, memperluas wawasan, menginspirasi peradaban”, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya karya-karya ilmiah yang bereputasi dan bermanfaat bagi peradaban.

Karya ilmiah yang dibedah pada kesempatan kali ini adalah sebuah artikel bereputasi internasional terindeks Scopus Q1 berjudul “Virtual Lab-Based Learning In Science Education: Trends, Impacts, And Research Gaps (Systematic Literature Review)”. Jurnal ini membahas secara komprehensif mengenai tren penggunaan laboratorium virtual dalam pembelajaran sains, dampaknya terhadap proses pembelajaran, serta celah-celah riset yang masih terbuka untuk dikaji lebih lanjut.

Hadir sebagai pemateri adalah Ade Ryan Firdaus, yang memaparkan isi dan temuan penting dari jurnal tersebut secara sistematis dan mudah dipahami. Sementara itu, agenda diskusi dipandu oleh moderator A. Rikza Firmansyah yang memandu jalannya acara dengan dinamis, interaktif, dan komunikatif sehingga suasana diskusi terasa hidup.

Acara dibuka dengan bacaan basmalah dan salam, dilanjutkan dengan pengantar tentang urgensi membedah karya ilmiah di lingkungan pesantren. Dalam pengantarnya disampaikan bahwa ilmu akan semakin berharga saat dibagikan, dan karya ilmiah akan semakin tajam saat didiskusikan. Pesan tersebut menjadi landasan utama mengapa agenda bedah karya ini secara rutin digelar di Pondok Pesantren Darun Nun.

Memasuki sesi inti, pemateri mengupas tuntas metodologi Systematic Literature Review (SLR) yang digunakan dalam jurnal tersebut, bagaimana tren Virtual Lab berkembang pesat terutama pasca pandemi, serta bagaimana dampaknya terhadap motivasi, pemahaman konsep, dan keterampilan abad 21 peserta didik. Tidak hanya itu, pemateri juga menyoroti research gaps atau kesenjangan penelitian yang dapat menjadi peluang emas bagi santri dan peneliti muda untuk mengembangkan riset selanjutnya di bidang pendidikan sains berbasis teknologi.

Suasana diskusi di Masjid Baiturrahman berlangsung hangat dan partisipatif. Para peserta tampak aktif menyimak, mencatat, dan mengajukan pertanyaan kritis terkait implementasi Virtual Lab di dunia pesantren dan pendidikan secara umum. Ruang diskusi terbuka ini benar-benar dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan menggali potensi riset masa depan, sebagaimana tujuan awal dari kegiatan ini.

Moderator, A. Rikza Firmansyah, berhasil menjaga alur diskusi tetap fokus dan menarik, dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdialog langsung dengan pemateri. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain tentang tantangan infrastruktur, efektivitas Virtual Lab dibandingkan laboratorium konvensional, serta peluang kolaborasi riset antar santri.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam tersebut ditutup dengan sesi kesimpulan dan ajakan untuk terus menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan santri. Ditekankan bahwa pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk mendalami ilmu agama, tetapi juga harus menjadi pusat lahirnya pemikiran dan karya ilmiah yang mampu menjawab tantangan zaman.

Dengan terselenggaranya Bedah Karya Jurnal Q1 Scopus ini, Pondok Pesantren Darun Nun menegaskan komitmennya untuk terus berada di garda terdepan dalam mengintegrasikan tradisi keilmuan pesantren dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk agenda-agenda bedah karya selanjutnya yang lebih luas dan mendalam. Kegiatan pun berakhir dengan doa bersama, serta harapan agar ilmu yang telah dibahas dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta yang hadir.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp