Oleh : Ahmad Jaelani Yusri
Penyakit kanker merupakan salah satu
penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta
kematian disebabkan oleh kanker. Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan
kanker payudara adalah penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap
tahunnya. Data ini diambil berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia pada tahun 2015.
Kanker sendiri tercipta karena
adanya sel yang bermutasi artinya sel yang tidak normal. Sel tubuh yang normal
mengalami perkembangbiakan dengan membelah secara alami. Sel normal jika sudah
tiba waktunya untuk mati. Maka ia akan diserap oleh tubuh untuk diregenerasi
oleh sel baru. Akan tetapi pada sel yang bermutasi. Dia tidak mengikuti kodrat
atau siklus sel sebagaimana mestinya. Walaupun sudah waktunya ia untuk mati
tapi sel ini terus tumbuh dan berkembang tak beraturan. Jika terus demikian sel
yang bermutasi itu akan menimbulkan tumor yang mengganggu organ sekitar dan
juga merusak metabolisme tubuh.
Sebenarnya penderita kanker tak
dapat diketahui penyebab pastinya. Terkadang individu yang terjangkit penyakit
kanker terlihat sehat seperti orang sehat pada umumnya. Namun sangat
memungkinkan jika penyebab kanker adalah radikal bebas yang menyerang sel.
Radikal bebas sendiri bisa berasal dari pencemaran udara, paparan radiasi
ataupun zat kimia yang terkandung pada makanan. Kebiasaan hidup yang tak sehat seperti
malas berolahraga tanpa kita sadari juga menyebabkan tertumpuknya radikal bebas
di badan.
Radioterapi Sebagai Solusi Penyembuhan Kanker
Ada tiga cara dalam penyembuhan
kanker : yakni pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Tapi dalam kesempatan
ini kita akan membahas tentang radioterapi. Radioterapi adalah pengobatan
penyakit terutama tumor atau kanker ganas dengan menggunakan radiasi elektromagnetik
(Sinar-X dan Gamma) dam radiasi partikel (elektron, proton, dan neutron). Ada
beberapa peralatan radioterapi yang telah dikembangkan, salah satunya yaitu
pesawat Linear Accelerator (Linac). Linac merupakan sebuah
perangkat/alat yang menggunakan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi
melalui tabung linear.
Kanker akan disinari paparan radiasi
berenergi tinggi yang menyebabkan sel kanker terhambat pertumbuhannya dan mati.
Sebelum treatment, pasien akan didiagnosa menggunakan CT-Simulation.
Setelah diketahui letak kankernya, petugas radiasi yakni fisikawan medis akan
bertugas untuk memetakan daerah paparan dan mengatur dosis yang dikeluarkan
mesin Linac dengan Treatment Planning System (TPS). Pemberian paparan radiasi
akan dibagi menjadi beberapa fraksi sesuai dosis yang diterima. Umumnya terapi
diberikan dalam kurun waktu satu bulan. Pembagian fraksi dosis paparan pada
hakikatnya bertujuan untuk keselamatan pasien. Karena sel normal pada tubuh
pasien hanya bisa menerima dosis 2 Gray perhari. Ditakutkan jika sel kanker
pasien diberi dosis lebih dari itu maka akan berdampak pada sel normal disekitarnya .
Keamanan Radioterapi
Saat menjalani pengobatan, pasien
tidak akan merasakan apapun dan hanya akan mendengar bunyi ketika alat radioterapi
menyala. Ketika alat dimatikan, radiasi akan otomatis berhenti. Radiasi tidak
akan tinggal di dalam tubuh sehingga keberadaan pasien yang menjalani
radioterapi tidak akan berbahaya bagi orang lain dan lingkungan sekitar.
Namun, sama halnya dengan pengobatan
penyakit lainnya, selain bermanfaat untuk kesembuhan pasien, radioterapi
berpotensi menimbulkan efek samping. Tetapi, efek samping tersebut belum tentu
terjadi pada setiap pasien yang menjalani radiasi, tingkat keparahannya juga
berbeda-beda.
Efek Samping Radioterapi Yang Mungkin Terjadi
Antara Lain:
·
Merasa
lelah dan kurang energi;
·
Masalah
kulit;
·
Gangguan
sendi dan otot;
·
Gangguan
seksualitas;
·
Kerontokan
rambut;
·
Kehilangan
nafsu makan; dan
·
Diare.
Referensi
:
Pondok Pesantren Darun Nun Malang







