Sambardi Karya Santri Darun Nun
Sambardi. Buku ke 3 Mbak Rosaputri. Santri Darun Nun. Kini sudah kembali kampung halamannya, dan meneruskan magister. Tapi, masih terus bergelut dengan dunia Nun, dunia menulis. Rosaputri, nama penanya. Nama aslinya, Hidayatun Nafiah.
Semua buku yang ditorehkan, hasil proses kreatifnya di Darun Nun, pondok menulis di Malang. Bahkan dalam pengakuannya, karya yang ke 3 ini, adalah proses dari tugas mingguan di Pondok Darun Nun. Karena, di pondok ini, seluruh santri wajib menulis dan menyetorkan tulisannya setiap minggu di lapak khusus dengan bimbingan para asatidz, kemudian setiap karya dibedah oleh santri secara bergiliran. Ada yang berupa cerpen, artikel, esai, puisi dan lainnya. Ada yang sudah tembus di jurnal internasional.
Rosaputri. Pendiam. Tapi, tidak pernah diam untuk terus berkarya. Ia selalu sibuk untuk mengumpulkan ide, menuliskan dan menerbitkan. Karena, begitu seharusnya santri, “berkarya tanpa henti, beribadah sampai mati”, sebagaimana syiar di pondok Darun Nun.
Sambardi. Kumpulan cerpen karya Rosaputri. Ia salah satu judul cerpen yang ada di dalamnya. Entah, mengapa ia milih cerpen Subardi sebagai judul bukunya. Mungkin, karena kegilaannya Sunbardi, gila yang menginspirasi Rosaputri. Karena banyak orang yang menyepelekan orang gila, tanpa melihat bahwa gila adalah bentuk lain dari sebuah kesadaran. Ada yang orang gila secara aqli, mungkin ini tidak banyak mengganggu orang apalagi sampai merusak banyak orang. Berbeda dengan gila harta, gila wanita/laki-laki, gila tahta, dan gila-gila lainnya yang merusak pada tatanan yang sudah ada, bahkan lebih berbahaya dari orang gila yang berseliweran di trotoar.
Saya senang sekali. Ketika buku ini disodorkan pada saya. Saya berfikir, kalau setiap santri di Darun Nun, punya 2 buku saja, maka setiap tahun akan lahir ratusan buku, selain karya mingguan yang sudah hampir lima ribu. Tentunya, tidak hanya mbak Rosaputri yang sudah menulis buku, banyak santri yang sudah menghasilkan buku, yang kini sudah menjadi alumni. Dan kedepan, setiap alumni Darun Nun, harus terus berkarya, dengan melakukan silaturahim karya. Menghimpun tulisan-tulisan alumni dan menjadi buku. Di komparasi Darun Nun, ada banyak buku santri Darun Nun yang terpampang.
Selamat dan Berkah pada Mbak Hidayatun Nafiah, semoga terus menginpirasi santri Darun Nun lainnya.
Halimi Zuhdy I Pengasuh PP. Darun Nun







