Santri Darun Nun Berprestasi: Menyabet Juara dalam Semua Mata Lomba MUSAWA 2024

Malang, 18 Oktober 2024, Santri Pondok Pesantren Darun Nun berhasil meraih prestasi dengan menjuarai semua mata lomba Musabaqoh Santri Ahlussunah Wal Jama’ah (MUSAWA) 2024. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Mahasiswa Hidayatul Mubtadien An-Naasyien (HMA) Malang.

Lomba ini dilaksanakan dengan beberapa tahap: (1) pendaftaran yang berlangsung dari tanggal 5 September hingga 3 Oktober, (2) pengumuman Finalis Esai 5 Oktober, (3) presentasi Finalis Esai dan Pelaksanaan Lomba Debat 12 Oktober 2024, (4) pengumuman juara 15 Oktober dan dilanjutkan dengan Halaqah Milenial pada tanggal 19 Oktober sekaligus Winner Award.

Terdapat dua mata lomba yang diusung dalam MUSAWA 2024 ini yaitu Lomba Debat Aswaja dan Lomba Esai. Tema yang diangkat dalam lomba esai sangat menarik yaitu “Tantangan dan Inovasi dalam Menanggapi Isu Ghozwah Al-Fikr Era Modern”. Ghozwah Al-Fikr adalah isu-isu yang harus disadari dengan penuh bahaya akan eksistensinya, salah satunya membahasnya melalui adu gagasan seperti subtansi kompetisi ini.

Dalam semua mata lomba tersebut, santri Darun Nun berhasil meraih juara 1 dalam lomba esai dan Juara 3 dalam lomba debat. Berpartisipasinya santri Darun Nun dalam kompetisi ini adalah sebagai bentuk syiar untuk menunjukan eksistensi Darun Nun sebagai pondok pesantren yang memiliki keunggulan di bidang bahasa dan karya (penulisan).

“Tidak ada tujuan lain, ikut lomba ini sebagai bentuk syiar untuk menunjukan kalau Pondok Pesantren Darun Nun adalah Pondok Pesantren yang memiliki keunggulan di bidang Berbahasa dan Berkarya” Ujar Siti Rahmatillah sebagai peraih juara 1 lomba esai.

Berbeda halnya dengan apa yang disampaikan oleh Siti Rahmatillah, Uzmatul Ulya sebagai peraih juara 3 dalam lomba debat ini memandang kompetisi ini lebih dari sekadar syiar. Pembelajaran yang paling penting yang ia dapatkan adalah melatih keberanian dan melawan ketakutan dalam diri sendiri.

“Senang rasanya bisa melewati ketakutan dalam diri. Ternyata, kalau dicoba, semua bisa dilakukan. Jadi, jangan takut untuk memulai, dan Alhamdulillah, mengikuti lomba ini adalah bentuk penerapan ilmu yang saya dapatkan selama di Darun Nun, pondok berbasis literasi. Di sana, saya diajarkan untuk terus berkembang, berpikir kritis, dan berkhidmah” Ujar Uzmatul Ulya.

Sedangkan Muflikhah Ulya yang juga sebagai peraih juara 3 dalam lomba tersebut merasa hal ini adalah hal yang menantang. Karena sebelumnya ia belum pernah mengikuti lomba debat. Salah satu santri berprestasi Darun Nun ini meyakini bahwa sesuatu itu bisa didapatkan asalkan ada kemauan untuk memulai dan berani menghadapi berbagai resikonya.

“Jalan aja dulu, yang penting udah ikhtiar, hasilnya biar Allah yang ngatur” Pungkas Muflikhah Ulya.

Selamat untuk Muflikhah Ulya, Uzmatul Ulya dan Siti Rahmatillah. Semoga Istiqomah dan bisa menjadi inspirasi santri-santri lainnya untuk terus mengembangkan dan mengasah kemampuan diri melalui kompetisi-kompetisi seperti ini.

Reporter: Divisi Aksara Darun Nun

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp