
Oleh: Zahriyatun Nafiah
Kau datang membawa berjuta juta janji
kata-kata manis berbaris rapi
seolah dunia bisa kau genggam
seolah bahagia bisa kau ukir tanpa luka.
Namun waktu tak bisa kau tipu
topengmu mulai retak satu per satu
janji hanyalah asap yang hilang ditiup angin
kata manismu hanyalah debu di ujung bibir.
Aku diam, bukan karena percaya
tapi karena ingin melihat akhir dari sandiwara
Dan benar, segalanya terbuka
saat dusta tak lagi punya ruang untuk bersembunyi.
Biarlah kau terus menari dalam kepalsuan,
karena aku tahu
semua akan pret pada waktunya.
Pondok Pesantren Darun Nun








