Oleh
: Meisya Eva Natasya
: Meisya Eva Natasya
Ini salahku, kini kau telah menemukan seseorang yang bisa
membawamu keluar dari kesedihan, cepat atau lambat aku harus bisa menerima
fakta bahwa kau memutuskan dia untuk menjadi pendampingmu. Walau ada rasa
sedikit ketidakrelaan, wajar, aku ini hanya gadis kecil yang bodoh dan tidak tau
malu. Namun, aku senang melihatmu kembali menemukan cahaya untuk menerangi
jalanmuyang sempat hilang haluan.
membawamu keluar dari kesedihan, cepat atau lambat aku harus bisa menerima
fakta bahwa kau memutuskan dia untuk menjadi pendampingmu. Walau ada rasa
sedikit ketidakrelaan, wajar, aku ini hanya gadis kecil yang bodoh dan tidak tau
malu. Namun, aku senang melihatmu kembali menemukan cahaya untuk menerangi
jalanmuyang sempat hilang haluan.
Selasa,27 september 2018 yang mana pertama kali kau
menemuiku di perantauan. Lima tahun sudah kau merantau di luar negeri semenjak
aku SMA sampai sekarang. Di malam yang
dingin dan gelap tanpa bintang,
ku bergegas pergi meninggalkan kediamanku bersama teman ranjangku untuk
menemuinya.
menemuiku di perantauan. Lima tahun sudah kau merantau di luar negeri semenjak
aku SMA sampai sekarang. Di malam yang
dingin dan gelap tanpa bintang,
ku bergegas pergi meninggalkan kediamanku bersama teman ranjangku untuk
menemuinya.
“hai…” (membalas
senyumannya)
senyumannya)
“udah lama nunggu ya?”
“enggak kok, baru aja
nyampek”
nyampek”
Andre
beranjak dari duduknya untuk membelikan kita makanan ringan .
beranjak dari duduknya untuk membelikan kita makanan ringan .
“ini kasihkan temenmu”
“oh iya”
“Ris, ini ada kopi sama
pop mie” (sambil menyodorkan kopi dan pop mie kepada Risa)
pop mie” (sambil menyodorkan kopi dan pop mie kepada Risa)
“apa? Oh iya terima
kasih Dre”
kasih Dre”
“iya sama-sama”
Ditemani
secangkir kopi dan mie hangat
kami memulai percakapan lagi….
secangkir kopi dan mie hangat
kami memulai percakapan lagi….
“gimana
kuliahnya?lancar?”
kuliahnya?lancar?”
“Alhamdulillah lancar”
“sekarang udah semester
berapa?”
berapa?”
“semester tiga”
“ berarti kurang berapa tahun kuliahnya?”
“(sambil menghitung
menggunakan jari) dua sampai tiga tahun mungkin”
menggunakan jari) dua sampai tiga tahun mungkin”
“lama ya?”
“iya, hehehe”
(keduanya terdiam)
Seketika aku berfikir
mungkin ia ingin segera mengkhitbahku. Jika
itu benar aku belum siap dengan semua itu. Canggung, hening, diam,
sunyi, hanya ada suara-suara orang lain yang sedang bercengkrama. Malam semakin
gelap, dinginnya sampai menusuk tulang. Kini waktunya kembali ke penjara suci.
mungkin ia ingin segera mengkhitbahku. Jika
itu benar aku belum siap dengan semua itu. Canggung, hening, diam,
sunyi, hanya ada suara-suara orang lain yang sedang bercengkrama. Malam semakin
gelap, dinginnya sampai menusuk tulang. Kini waktunya kembali ke penjara suci.
Seiring berjalannya hari, musim kemarau datang berulang
kali. Aku berkelana kesana kemari yang gak jelas arahnya. Akan tetapi, kau
sedang mematangkan hati. Rabu, 30 desember 2018, datanglah sepucuk surat berhias
pita cokelat, terselip dipintu rumahku. ”Deg” seketika hati ini hancur
berkeping-keping melihat nama yang tersurat di dalamnya. Air mata ini keluar
dengan deras sampai tak bisa kubendung, karna tak sanggup menerima kenyataan
ini.
kali. Aku berkelana kesana kemari yang gak jelas arahnya. Akan tetapi, kau
sedang mematangkan hati. Rabu, 30 desember 2018, datanglah sepucuk surat berhias
pita cokelat, terselip dipintu rumahku. ”Deg” seketika hati ini hancur
berkeping-keping melihat nama yang tersurat di dalamnya. Air mata ini keluar
dengan deras sampai tak bisa kubendung, karna tak sanggup menerima kenyataan
ini.
Selamat, Akhirnya, kau yang sempat menjadi poros alam
semestaku, menikah. Ku bergegas lari menuju kamar, kurebahkan tubuh yang lemah
ini sembari menggenggam selembar undangan dan membayangkan rencana-rencana yang
dulu yang pernah kita rajut, kini menjadi miliknya untuk kalian wujudkan.
Logika lalu mencubitku seraya berkata,bahwa sebenarnya aku baik-baik saja.
semestaku, menikah. Ku bergegas lari menuju kamar, kurebahkan tubuh yang lemah
ini sembari menggenggam selembar undangan dan membayangkan rencana-rencana yang
dulu yang pernah kita rajut, kini menjadi miliknya untuk kalian wujudkan.
Logika lalu mencubitku seraya berkata,bahwa sebenarnya aku baik-baik saja.
Pada suatu ketika, alam semesta menemukan kita dengan
cara yang sederhana, dan begitu juga alam semesta memisahkan kita dengan cara
yang luar biasa. Setelah melalui proses yang sangat panjang, akhirnya kita
dipertemukan lagi, meski kali ini bukan sebagai sepasang kekasih, melainkan
sebagai sepasang kakak adik yang sudah mendapatkan pendewasaaannya
masing-masing..
cara yang sederhana, dan begitu juga alam semesta memisahkan kita dengan cara
yang luar biasa. Setelah melalui proses yang sangat panjang, akhirnya kita
dipertemukan lagi, meski kali ini bukan sebagai sepasang kekasih, melainkan
sebagai sepasang kakak adik yang sudah mendapatkan pendewasaaannya
masing-masing..
Pondok Pesantren Darun Nun Malang






