SINERGI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM MENANGANI PROBLEMATIKA SAMPAH

https://1.bp.blogspot.com/-ilWaAkQY4Gk/YCWvjmLjuaI/AAAAAAAAI7c/It3sBreKOIMLN-R3rQostWrMdfCU67SWQCLcBGAsYHQ/s288/Problematika%2BSampah.jpg


Oleh:
Syahrul Alfitrah Miolo

Sampah
merupakan problematika di Indonesia, bahkan di dunia. Sampah muncul akibat dari
aktivitas sehari-hari manusia. Aktivitas kecil sampai aktivitas besar manusia
pasti akan menghasilkan sampah. Sampah tidak hanya masalah bagi negara-negara
besar saja, akan tetapi negara-negara kecil pun mengalami permasalahan yang
sama.

Di
Indonesia sampah merupakan masalah yang sangat besar, yang sampai sekarang
belum dapat teratasi. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk
mengatasi masalah sampah, contohnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK) menetapkan kebijakan berupa kantong plastik berbayar, tetapi kebijakan
tersebut hanya bertahan beberapa bulan saja dan
hanya bertahan di beberapa tempat saja.

Dilansir dari Kompas.com bahwa data dari Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Februari 2019, merilis bahwa saat
ini tiap tahunnya Indonesia menghasilkan 64 juta ton timbunan sampah. Berdasarkan
data tersebut, sekitar 60% sampah dimuat dan ditimbun di TPA, 10% sampah didaur
ulang, dan 30% sampah lainnya dibiarkan begitu saja tidak dikelola dan
mencemari lingkungan.

Seperti yang telah penulis sampaikan di atas bahwa
pemerintah telah berupaya dengan membuat kebijakan-kebijakan yang dapat
menyelesaikan problematika sampah ini. Namun, dari kita sebagai masyarakat
kurang mendukung pemerintah dengan melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah
dibuat. Dalam menangani masalah sebesar ini diperlukan sinergi yang kuat antara
pemerintah dan masyarakatnya. Upaya-upaya yang dapat kita lakukan sebagai
masyarakat dalam mengatasi sampah antara lain:

Pertama, mengelola sampah dengan baik. Pengelolaan
sampah di antaranya adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan,
pendaur-ulangan, dan pembuangan. Pengelolaan sampah bertujuan agar
sampah-sampah terorganisir dan tidak menyebabkan masalah yang kompleks
nantinya.

Kedua, menerapkan slogan LISA. Lihat Sampah Angkat
atau yang sering disingkat dengan LISA merupakan slogan yang sudah marak ada di
tempat mana
pun.
Sayangnya, slogan ini kurang diterapkan oleh masyarakat dan hanya menjadi
penghias dinding belaka. Tidak hanya diangkat, tetapi sampah yang telah
diangkat harus dibuang ke tempatnya.

Ketiga, membuang sampah ke
tempatnya berdasarkan klasifikasinya
. Setelah
mengangkat sampah, kita harus membuangnya berdasarkan klasifikasinya, yaitu
organik atau non-organik. Hal ini sangat penting dilakukan, guna mempermudah
proses pengelolaan sampah. Sampah yang menyatu tidak berdasarkan klasifikasinya
akan sulit dikelola.

Keempat, mengangkut sampah dengan
rapi dan terjadwal
. Dalam
mengangkut sampah kita harus rapi dan pilah
pilih
dalam mengangkutnya. Cara tersebut dapat mengurangi persoalan sampah yang
sangat kompleks. Pemilahan sampah dilakukan sehingga sampah dapat tersalurkan
ke bank sampah atau pusat daur ulang dan bisa menjadi sumber penghasilan warga
sekitar. Cara ini dapat mengurangi beban di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang
telah menumpuk hingga tidak tercecer ke sungai atau ke laut. Kemudian,
penjadwalan pengangkutan sampah dapat dikondisikan dengan kondisi tempat. Jika
tempat tersebut menghasilkan sampah yang banyak, maka jadwal pengangkutan
sampah di tempat tersebut harus intensif, begitu pun sebaliknya.

Kelima, pemrosesan
di TPA
. Pemrosesan dilakukan
dengan cara memisahkan sampah yang bermanfaat (dapat didaur ulang, dan
sebagainya) dan sampah yang tidak bermanfaat (busuk, berbahaya, da
n dapat menyebabkan
penyakit). Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengubur sampah di
dalam tanah. Tanah yang
dapat digunakan untuk mengubur sampah antara lain tanah/lubang bekas tambang,
tanah yang tidak terpakai, dan lubang-lubang yang dalam. Cara ini dilakukan
untuk menghindari pencemaran lingkungan, di antaranya angin yang berbau sampah,
menarik perhatian hewan-hewan pengerat atau pengurai, adanya genangan air dari
sampah, timbulnya bakteri-bakteri, dan dapat menyebabkan sumber penyakit.
Pengolahan biologis juga dapat dilakukan dengan mengolah material sampah
organik dengan proses biologis menjadi kompos yang bisa digunakan sebagai pupuk
dan gas methana untuk membangkitkan listrik.

Keenam, pendaur ulangan. Proses pemilihan dan
pengambilan sampah yang masih berguna agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi
barang yang memiliki nilai. Contohnya: sampah plastik dapat diolah menjadi
peralatan rumah tangga, memilih komponen peralatan elektronik yang masih bisa
dipakai (baterai, tembaga, logam, kabel, dan sebagainya) agar komponen tersebut
dapat digunakan kembali.

Terakhir, pembenahan TPA. TPA biasanya hanya
berjumlah terbatas. Setiap kecamatan hanya mempunyai satu TPA, bahkan nyaris
tidak ada. Pemerintah harus menyediakan TPA dengan menyesuaikan kondisi di
setiap daerah, agar
sampah dapat terorganisir dan terdistribusi dengan baik. Jika di kota-kota
besar, pemerintah harus menyediakan minimal satu TPA untuk satu zona, begitupun
sebaliknya. Pemerintah juga harus membenahi fasilitas-fasilitas yang
berhubungan dengan sampah dan yang ada di TPA. Fasilitas tersebut antara lain:
alat berat yang cukup beserta garasi dan tempat pencuciannya, alat untuk
mengolah sampah, dan tenaga kerja yang akan mengoperasikan alat-alat tersebut.
Melalui pembenahan TPA pemerintah juga dapat membuka lowongan pekerjaan di TPA
agar menjadi solusi bagi masalah lainnya.

Masyarakat
yang baik merupakan masyarakat yang mendukung pemerintah dengan bersinergi
bersama, bukan hanya masyarakat yang hanya mengkritik pemerintah dan berpangku
tangan saja.
Setiap manusia (masyarakat) di dunia ini
memiliki kewajiban yang sama dalam menjaga dan melestarikan bumi ini dari
sampah. Kita harus meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah agar
terciptanya lingkungan yang asri, bebas dari pencemaran lingkungan, dan dampak
positif lainnya.

 Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp