Hidup untuk bergerak..
Hidup untuk berjuang..
Hidup untuk Bersembahyang..
Kata عبد itu mempunyai banyak arti, bisa di crosscheck di kamus maani yang akan muncul berbagai sajian makna: budak, hamba dan mengabdi. Jika kita analisis dari satu persatu makna tersebut, maka akan mempunyai kesamaan dalam arti, sama-sama menyimbolkan tidak punya otoritas. Dan untuk memaknai kalimat seperti itu harus disesuaikan dengan konteksnya, ya
sebagaimana dalam bahasa arab itu dalam satu kalimat (kata) memiliki banyak guna (arti) seperti
contoh kata عبد.
Saya masih ingat akan pesan orang tua ketika saya akan menimba ilmu “ seng nurut karo kyai “
(yang patuh pada guru), disini saya merasa tersontak akan pesan tersebut. Karena kata itu memiliki
ke anugerahan yang sangat luas, yang bisa mendatangkan rahmat, ridho, dan kenikmatan kelak yang
tidak terbenakkan. Akan tetapi untuk melakukan sebuah bentuk “ngabdi” (mengabdi) bukan sebuah
tindakan yang enteng, melainkan harus di sertai beberapa sifat (rasa) yang terpuji lainnya, seperti:
akhlaq, ikhlas, tawadhu dan tanggung jawab. Jika semua sudah terpenuhi maka bisa dikatakan
bahwa itu adalah bentuk daripada mengabdi.
Dalam konteks ini mengabdi bukan berarti menyembah kita harus bisa membedakan mana kata
yang cocok pada konteks ini dan mana yang cocok pada konteks yang lain, sehingga tidak akan
terjadi kesalahpahaman di setiap nalar manusia.
Dalam sebuah antologi quotes saya menemukan ada satu quote dari seorang ulama yaitu KH
Masbuhin faqih, beliau menyampaikan kepada alumni “ Kalau kalian (para alumni) ingin mengabdi
ke pondok pondok (MBS), cukup kecimbung dalam organisasi ini (HIMAM) ”. Dapat kita tarik ke
benak kita, bahwa mengabdi juga di perkenankan dalam mengikuti organisasi, agar apa? Yaa
tentunya agar totalitas, loyal, dan terpenting adalah bentuk rasa terimakasih atas jasanya yang menerima kami menjadi bagiannya.
Sekarang memahami kata pergi dalam KBBI yang berarti: meninggalkan,berangkat,berjalan. Bisa kita analisis disetiap makna itu bisa kita kaitkan dengan kata kembali, meninggalkan tidak untuk
selamanya (kalau belum di panggung pelaminan) wkwkk, maupun berjalan dan berangkat yang bila
di tarik akan pada akhirnya juga kembali. Ada sebuah quote “Pergi akan kembali”, disinilah kita bisa
mengambil sikap tabah untuk menerima, tinggal waktu dan takdir saja yang menentukan semuanya.
Dan semua atas kuasa-Nya.
Terimakasih,







