Oleh : Daiyatul Choirot
Sebenarnya apa sih makna dewasa itu ?
Dewasa memiliki
beberapa makna tersendiri, pertama: di Indonesia, kata-kata dewasa sendiri
dihukumi jika kita sudah berumur 17 tahun, atau sudah membuat KTP, jika anak
tersebut belum berumur 17 tahun atau belum membuat KTP bisa dibilang anak
tersebut masih remaja atau masih anak-anak. Yang kedua: menurut KBBI artian
dewasa yaitu jika seorang anak sudah akil baligh, dalam artian sudah
tidak anak-anak. Yang ketiga: yaitu menurut pandangan islam seseorang dikatakan
dewasa apabila cewek tersebut sudah haid
dan apabila dia cowok berarti dia sudah mimpi basah atau sering disebut juga
akil baligh. Dapat disimpulkan artian dewasa yaitu seorang yang sudah matang,
baik Secara biologis maupun psikis, sehingga artian dewasa tidak harus menunggu
tua untuk menjadi dewasa,karena kedewasaan seseorang itu tidak selalu
beriringan dengan umur.
beberapa makna tersendiri, pertama: di Indonesia, kata-kata dewasa sendiri
dihukumi jika kita sudah berumur 17 tahun, atau sudah membuat KTP, jika anak
tersebut belum berumur 17 tahun atau belum membuat KTP bisa dibilang anak
tersebut masih remaja atau masih anak-anak. Yang kedua: menurut KBBI artian
dewasa yaitu jika seorang anak sudah akil baligh, dalam artian sudah
tidak anak-anak. Yang ketiga: yaitu menurut pandangan islam seseorang dikatakan
dewasa apabila cewek tersebut sudah haid
dan apabila dia cowok berarti dia sudah mimpi basah atau sering disebut juga
akil baligh. Dapat disimpulkan artian dewasa yaitu seorang yang sudah matang,
baik Secara biologis maupun psikis, sehingga artian dewasa tidak harus menunggu
tua untuk menjadi dewasa,karena kedewasaan seseorang itu tidak selalu
beriringan dengan umur.
Kita
sendiri tidak bisa menilai apakah kita sudah dewasa apa belum, karena yang
melihat kita bersikap dewasa adalah orang sekitar kita, bahkan orang terdekat
dengan kita. Atau dari segi lain contohnya: bisa membedakan mana yang baik dan
mana yang buruk, selanjutnya yaitu selalu intropeksi diri atau bisa bercermin pada
diri sendiri, karena sering kali
kita mengkritik sifat orang lain terhadap kita, atau mengkritik keadaan
misalnya, mungkin kita yang melakukan tidak merasa akan hal itu, tapi bi
idznillah hal tersebut bisa kembali ke kita, oleh karena itu sering-sering
lah intropeksi diri sendiri, lebih-lebih sebelum kita tidur.
sendiri tidak bisa menilai apakah kita sudah dewasa apa belum, karena yang
melihat kita bersikap dewasa adalah orang sekitar kita, bahkan orang terdekat
dengan kita. Atau dari segi lain contohnya: bisa membedakan mana yang baik dan
mana yang buruk, selanjutnya yaitu selalu intropeksi diri atau bisa bercermin pada
diri sendiri, karena sering kali
kita mengkritik sifat orang lain terhadap kita, atau mengkritik keadaan
misalnya, mungkin kita yang melakukan tidak merasa akan hal itu, tapi bi
idznillah hal tersebut bisa kembali ke kita, oleh karena itu sering-sering
lah intropeksi diri sendiri, lebih-lebih sebelum kita tidur.
Selanjutnya
yaitu orang tersebut bisa dikatakan dewasa dengan cara meminta maaf Secara
tulus, karena jika orang tersebut bisa dan mau meminta maaf berarti orang
tersebut bisa mengevaluasi dirinya sendiri, beda dengan anak kecil yang tidak
mau meminta maaf, menang sendiri dan tidak mau kalah. Mungkin bisa dibilang
kebanyakan disekitar kita yang masih bersikap EGP akan hal itu, nah
kalau sudah begini berarti tinggal menunggu keadaan dan urusan dengan ALLAH ya.
Wa allahu a’lam bis showab.
yaitu orang tersebut bisa dikatakan dewasa dengan cara meminta maaf Secara
tulus, karena jika orang tersebut bisa dan mau meminta maaf berarti orang
tersebut bisa mengevaluasi dirinya sendiri, beda dengan anak kecil yang tidak
mau meminta maaf, menang sendiri dan tidak mau kalah. Mungkin bisa dibilang
kebanyakan disekitar kita yang masih bersikap EGP akan hal itu, nah
kalau sudah begini berarti tinggal menunggu keadaan dan urusan dengan ALLAH ya.
Wa allahu a’lam bis showab.
Pondok Pesantren Darun Nun Malang







