sumber gambar: https://images.app.goo.gl/M9YdL65PM6MF6SHv6
Oleh Zainuddin
Istilah ujian adalah pantangan atau tantangan yang mengharuskan seorang
manusia yang sempurna daripada makhluk lain untuk bersabar menghadapi ujian
tersebut. Banyak manusia diuji dengan berbagai macam hal, diantaranya manusia
yang diuji anak istrinya, dan ada juga dari hartanya, bahkan ada yang dari
kenikmatan yang telah Allah berikan. Maka seyogyanya seorang manusia yang
hakikatnya makhluk yang lemah harus sadar bahwa Allah SWT mengujinya lantaran
dia mampu menghadapi ujian tersebut. Untuk itu, manusia harus senantiasa husnudzon (berbaik sangka) terhadap Allah, bahwa Allah memberikan ujian
tersebut kepada mereka agar derajat mereka semakin tinggi, agar manusia semakin
sadar bahwa hanyalah Allah tempat terakhir bagi mereka untuk kembali.
Sebagian dari kita memang
pernah beranggapan “kenapa ujian ini menimpa saya?” hal tersebut lumrah bagi
seseorang manusia, maka dari itu sifat yang harus ada pada setiap manusia
adalah husnudzon, ketika seorang manusia baik prasangkanya terhadap Allah maka
baik pulalah persangkaan Allah terhadapnya. Maksudnya jika kita yakin terhadap
Allah yang mengatur segala hal yang baik bagi kita, maka kita senantiasa harus
terus berikhtiar agar menemukan hikmah di setiap peristiwa kehidupan. Ada pula
sebagian dari kita menganggap “mengapa doa-doa yang telah saya panjatkan
tidak juga dikabulkan?” hal tersebut sama dengan pertanyaan tentang ujian
di atas yang telah disebutkan.
Doa – doa yang telah kita
panjatkan kepada Allah itu akan sampai kepada Allah, pasti sampai jika kita
memperhatikan adab Berdoa, menghinakan diri kita di hadapan Maha Mulia Allah
SWT, yakin akan doa-doa kita terkabulkan/sampai kepada Allah, dan sebagainya. Maka doa kita
pasti sampai kepada Allah. Terkadang doa yang kita panjatkan Allah ganti dengan
yang lebih baik, terkadang dikabulkan akan tetapi diharuskan untuk menunggu
dengan sedikit kesabaran, terkadang juga Allah langsung mengabulkan doa
tersebut. Intinya Allah menguji kita seberapa besar kesabaran kita menunggu
waktu untuk terkabulnya doa kita, atau bersabar bahwa doa kita di gantikan oleh
Allah, dan tentunya bersabar dengan ujian yang telah diberikan Allah kepada
kita.
Bahkan
ketika doa kita ada yang terkabulkan secara tidak sadar itu adalah ujian, Allah
ingin menguji hamba yang telah mendapatkan keinginannnya dengan doa-doa yang
telah dipanjatkannya. Seberapa besar syukur kita, ketika kita telah mendapatkan
kenikmatan-kenikmatan tersebut. Jangan sampai kita Kufur nikmat, yang mana kita
tahu bahwa Allah yang memberikan semua ini, tapi kita lupa akan bersyukur
kepada Allah. Kita harus sadar bahwasanya Allah memberikan Pertolongannya lewat
ujian, kenikmatan, hal-hal yang kecil yang jarang kita sadari. Teruslah berhusnudzon
kepada Allah, Lakukan hal-hal yang dapat menyebabkan kita dekat dengan Allah
SWT, dan teruslah istiqomah bersabar dengan berbagai keadaan. Karena di dalam
firman Allah SWT Surah Al–Insyirah, Allah berfirman :
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ
يُسْرًاۗ
Artinya: “Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.
Maka yakinlah
bahwasanya segala ujian, segala kesusahan di dalam kehidupan ini Allah berikan
kemudahan, Allah berikan Rahmat, Allah berikan hikmah di dalam ujian tersebut,
semoga kita dijadikan sebagai hamba yang senantiasa bersabar atas ujian Allah,
dijadikan sebagai hamba yang bersyukur dengan berbagai nikmat yang telah Allah
berikan kepada kita.






