Upgrading Pengurus dan Pelantikan Muharrik-Muharrikah Pondok Pesantren Darun Nun: Perkuat Kepemimpinan dan Solidaritas Santri

Malang, 9 November 2025 – Pondok Pesantren Darun Nun kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan kader pemimpin muda berkarakter melalui kegiatan Upgrading Pengurus dan Pelantikan Muharrik-Muharrikah yang berlangsung pada Minggu, 9 November 2025. Acara ini tidak hanya menjadi momentum regenerasi kepengurusan, tetapi juga wadah penguatan kapasitas serta solidaritas antar mahasantri.

Kegiatan yang dihelat di Lembah Gunung Sari tersebut dibuka dengan sambutan pengasuh pondok, yang menekankan pentingnya jiwa kepemimpinan yang berintegritas, kolaboratif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Pengasuh pondok, Abina Halimi Zuhdy menegaskan bahwa pengurus dan para muharrik–muharrikah merupakan garda depan dalam menciptakan lingkungan pesantren yang progresif  dan saling supportif. Beliau menegaskan bahwa menjadi muharrik-muharrikah itu adalah keteladanan bagi diri sendiri dan orang lain.

Muharrik itu penggerak, jika ingin menggerakan orang lain, maka pastikan diri sendiri harus bergerak lebih dulu” Jelas beliau. Selain itu, beliau tidak bosan-bosan memberi suntikan semangat dan motivasi untuk menulis. Beliau mengatakan bahwa berpikir kritis itu percuma jika tidak dikuatkan dengan menulis.

Prosesi pelantikan muharrik/ah berlangsung khidmat. Para muharrik–muharrikah mengucapkan ikrar tanggung jawab untuk menjalankan amanah dengan penuh komitmen, profesionalitas, serta semangat pengabdian. Mereka diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam berbagai program pondok, mulai dari pembinaan akhlak, kegiatan literasi, hingga penguatan budaya disiplin di kalangan mahasantri.

Setelah agenda inti selesai, kegiatan dilanjutkan dengan outbond dan berbagai permainan kebersamaan. Rangkaian game yang dirancang secara khusus bertujuan mempererat hubungan antarpengurus, menumbuhkan kekompakan, serta memperkuat keterampilan komunikasi dan kerja tim. Suasana penuh canda dan tawa terlihat sepanjang kegiatan, mencerminkan eratnya kebersamaan yang dibangun.

M. Raihan Fauzi selaku ketua teamwork kegiatan menyampaikan bahwa outbond ini merupakan bagian penting dari proses penguatan organisasi. “Kepengurusan yang kuat lahir dari tim yang solid dan saling memahami. Melalui permainan kolaboratif, para pengurus belajar bagaimana menyatukan strategi, mengendalikan ego, dan membangun rasa percaya satu sama lain,” ujarnya.

Kegiatan upgrading dan pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju tata kelola kepengurusan santri yang lebih dinamis, terstruktur, dan responsif terhadap kebutuhan lingkungan pesantren. Dengan regenerasi kepengurusan yang berkualitas, Pondok Pesantren Darun Nun dapat membentuk dan melahirkan santri-santri yang tidak hanya cerdas secara spritual, tetapi juga matang secara intelektual dan sosial.

Pewarta: Siti Rahmatillah

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp