Utuh tapi Rapuh

Sumber Foto: Dokumen Pribadi
Oleh: A’yuni Sabila Khusna
Daku sang pejuang
Anak rantau di kota orang
Berharap pulang bawa bekal
Tuk dibagi serta unjuk gigi
Kupilih jalan dan takdirku sendiri
Dirasa semua akan berjalan sesuai ekspektasi
Tapi, tak semulus jalan desaku sendiri
Makadam sepanjang rute yang kutemui
Terpeleset, awal belokan jalan
Luka kecil tak buat daku pulang
Tersungkur, hancur, babak belur tengah jalan
Daku ingin pulang tapi tak tega tinggal teman berjuang 
Memaksa diri tuk bertahan
Memasang topeng bak badut jalanan
Benar, jalan keluar di ujung pandangan
Ringisan curamnya jurang menanti di depan badan 
Kupejamkan mata seraya berdoa
Berharap lompatan diri tak salah strategi
Jatuh lagi, tertawa tatkala mata dibuka 
Tangis sudah hal basi tuk meratapi diri 
Kemana jalan pulang tuk keluar? 
Teriak berharap terdengar orang luar 
Duduk diam tuk tahan emosi 
Dunia penuh dengan kejutan misteri 
Terdengar suara seorang dari luar 
Peduli dengan nasib daku yang tak lagi satu
Tenang hati tak sendiri di tengah isakan pilu
Menyemangati serta memberi lentera tuk bertahan di kegelapan liar
Sekali lagi, meyakinkan diri bahwa semua ini tak apa 
Semakin kesini semakin pasrah dengan alurnya
Berjalan semampunya, berdo’a sekuat kuatnya
Tawakkal Lillahi Ta’ala

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp