Oleh: Kholidatun Nur Wahidiyah
Kepada Siapa Kita Bershalawat?
Sebagai mukmin tentu kita sudah
mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut. Sebab, setiap muslim pasti
bershalawat setiap hari, paling tidak setiap kali bertsyahud atau bertahiyyat
dalam sholat. Beda lagi dengan mereka yang beragama islam tetapi tidak
menjalankan perintah Allah yang biasa kita sebut “Islam KTP”.
mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut. Sebab, setiap muslim pasti
bershalawat setiap hari, paling tidak setiap kali bertsyahud atau bertahiyyat
dalam sholat. Beda lagi dengan mereka yang beragama islam tetapi tidak
menjalankan perintah Allah yang biasa kita sebut “Islam KTP”.
Hal ini sudah menjadi
kesepakatan ulama muslim, bahwasannya siapa yang sholat tanpa bersholawat, maka
sholatnya itu di hukumi tidak sah. Dan yang ditujukkan dalam pelafalan sholawat
itu adalah Bagianda kita Muhammad SAW beserta keuarganya. Lalu mengapa kita
diharuskan bershalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya? Salah satu dari
sekian alasan mengenai diharuskannya sholawat yaitu meniru Tuhan kita Allah SWT
dan para MalaikatNya. Termaktub dalam Al quran:
kesepakatan ulama muslim, bahwasannya siapa yang sholat tanpa bersholawat, maka
sholatnya itu di hukumi tidak sah. Dan yang ditujukkan dalam pelafalan sholawat
itu adalah Bagianda kita Muhammad SAW beserta keuarganya. Lalu mengapa kita
diharuskan bershalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya? Salah satu dari
sekian alasan mengenai diharuskannya sholawat yaitu meniru Tuhan kita Allah SWT
dan para MalaikatNya. Termaktub dalam Al quran:
إن
الله وملائكته يصلون على النبي يأيها الذين ءامنوا صلّواعليه وسلمواتسليما
الله وملائكته يصلون على النبي يأيها الذين ءامنوا صلّواعليه وسلمواتسليما
Artinya: “Sesungguhnya Allah
dan para malaikt Nya selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang
yang beriman bersholawatlah kalian kepadanya dan bersalamlah dengan
sungguh-sungguh.”
dan para malaikt Nya selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang
yang beriman bersholawatlah kalian kepadanya dan bersalamlah dengan
sungguh-sungguh.”
Bersholawat juga merupakan
bukti ketaatan dan upaya meraih ridho-Nya. serta sebagai pembaharuan janji
untuk ketaatan yang diminta dari setiap manusia ketika Dia (ALLAH) menciptakan manusia. Dan bershalawat ini
termasuk pada sunnah ilahiah yang harus kita tiru atau diamalkan dalam
keseharian.
bukti ketaatan dan upaya meraih ridho-Nya. serta sebagai pembaharuan janji
untuk ketaatan yang diminta dari setiap manusia ketika Dia (ALLAH) menciptakan manusia. Dan bershalawat ini
termasuk pada sunnah ilahiah yang harus kita tiru atau diamalkan dalam
keseharian.
Dengan demikian, bahwasannya
yang lebih membutuhkan kepada sholawat bukalah diri Rosulullah itu sendiri, melainkan
umatnya. Sebab ketika umat itu bersholawat walaupun satu kali sholawat, maka ia
akan mendapatkan anugerah dari sholawatnya itu. Bahkan dengan keistiqomhan kita
dalam bersholawat dapat mengantarkan kita pada ketenangan jiwa dan mendapat
syafa’at Baginda Nabi Muhammad SAW di akhirat nanti.
yang lebih membutuhkan kepada sholawat bukalah diri Rosulullah itu sendiri, melainkan
umatnya. Sebab ketika umat itu bersholawat walaupun satu kali sholawat, maka ia
akan mendapatkan anugerah dari sholawatnya itu. Bahkan dengan keistiqomhan kita
dalam bersholawat dapat mengantarkan kita pada ketenangan jiwa dan mendapat
syafa’at Baginda Nabi Muhammad SAW di akhirat nanti.
Semoga kita diistiqomahkan
dalam bersholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Karena jika Allah dan
para malaikat-Nya saja bersholawat. Lantas mengapa kita tidak?
dalam bersholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Karena jika Allah dan
para malaikat-Nya saja bersholawat. Lantas mengapa kita tidak?
Wallahu ‘alam








