![]() |
| Sumber :https://www.instagram.com/p/CTt8AGCB_DW/?utm_medium=copy_link |
Oleh : Ilman Mahbubillah
Tulisan ini; surat terbuka untukmu
Janji yang sudah dinanti berbulan-bulan lalu
Tak seindah hadiah kecil yang kau kirimkan
Juga tak semanis bunga yang diselipkan di akhir pesan
Sudah banyak yang tlah Engkau curi;
Nama, bunyi, mimpi, dan puisi
Namun malangnya; puisiku yang lalu sudah bertuan
Kini kusisakan satu, dan bebas untuk kau rumahkan
Anggap lah sebagai anak dariku ataupun teman di malam minggu
Katamu; Engkau tak pernah bisa jadi bunga matahari
Tapi yang kau lakoni sudah bak mawar berduri
Kemarilah; karena aku adalah tanah yang tidak memilah
Untuk menumbuhkan benih apa saja
Maka tolong, tumbuh dan mekarlah
Jadilah bunga terindah yang pernah ada dalam sejarah
Sebab jika kau sunyi, aku ada untuk menemani
Jika kau menjelma alpa, maka aku adalah omega
Jika kemudian kau menjadi malam, akulah pagi tak akan muram
Jika kau benamkan seluruh bait puisi, maka puisi kan ku terbangkan dengan sayap dan permadani
Kini, buatlah! Syair setajam belati dari duri dan bunga
Sehingga dapat menusuk banyak hati dengan cinta
Karena padaku; kau sudah terlalu banyak berbagi
Maka saat ini, teruskanlah pada seisi penduduk bumi
