wilis pagi ini
Siti Fathimatuz Zahro’ “Sakit namun tak berdarah” Sering sekali kiasan ini diucapkan banyak orang dengan konteks persoalan urusan cinta. Saya hanya menerka-nerka “sakit yang seperti
Siti Fathimatuz Zahro’ “Sakit namun tak berdarah” Sering sekali kiasan ini diucapkan banyak orang dengan konteks persoalan urusan cinta. Saya hanya menerka-nerka “sakit yang seperti
Oleh: Nur Sholikhah Hidup dalam kepura-puraan menjadi gaya hidupku saat ini. Dan aku begitu menikmatinya, meski kutahu rasa ini bukanlah rasa yang sesungguhnya. Bahagia
Oleh: Nur Sholikhah “Kamu kelas berapa sekarang?” “Kamu maba ya?” “Oh, aku kira kamu masih semester 3.” Pertanyaan dan pernyataan itu
Oleh: Nur Sholikhah Cerita 1 “Sul, mau kemana?” “Nangkep anjing, met.” “Lho, dimana ada anjing?” “Tuh, deket rumahnya pak RT,” Samsul menengok ke rumah
picture from: jelasberita.com Oleh: Nur Sholikhah Jam menunjukkan pukul 4 sore, matahari masih bertengger di langit. Cahayanya sudah tak seterik saat siang berkumandang, ia
Oleh: Nur Sholikhah Tatapan mata mereka tajam, aneh, liar. Aku terdiam menatap lantai yang sungguh tak menarik. Hati menggerutu, “gundul mereka itu!”. Mereka pikir
picture from: justrifky.wordpress.com Oleh: Nur Sholikhah Ibu memang sudah berusia senja, sering sakit-sakitan. Dan saat ini ia sedang terbaring lemah dengan kabel-kabel yang menempel
By : Siti Khoirun Niswah PP. Darun Nun Bukit Cemara Tidar Malang Seseorang yang sangat hebat, beliau tak lain adalah pengasuh pondok pesantren Darun Nun.
Oleh: Nur Sholikhah Di sebuah desa dengan segala keindahannya, hamparan sawah yang menghijau, burung-burung pipit terbang bebas di langit pagi, suara jangkrik di malam
Seperti yang dikenal pada umumnya ketika mendengar nama Pondok Darun Nun disebutkan, yang membedakan pondok ini dengan pondok pesantren pada umumnya adalah “Berbahasa dan Berkarya”.