
The Golden Celurit Literary Trail
The Golden Celurit Literary Trail By: Dimas Indra Pratama In holy rihlah, steps full of courage, Towards Madura, a land full of art, There

The Golden Celurit Literary Trail By: Dimas Indra Pratama In holy rihlah, steps full of courage, Towards Madura, a land full of art, There

My Little Home Oleh Ifan Rohmatullah I place my book upon the table, the clock above is standing still, no battery to keep it

Two Sides of Life Oleh: Nabila Ika The sunset painting a beautiful color Orange, purple, and amaranth Birth, wind, and cloud So happiness when

BAIT – BAIT KERINDUAN Oleh: Dimas Indra Pratama Di senja yang merona, warna jingga melukis, Rindu bergetar, bagai gelombang yang menggoda, Setiap sudut rumah, kisah

Sunyi oleh Nazar Junio Jika hanya melihat hadirmu, hatiku bersemi. Jika saat mendengar namamu, jiwaku berseri. Jika sekadar mengingat tentangmu, diriku tertawa. Lantas,

RINDU YANG TAK TERUCAP Oleh: Dimas Indra Pratama Di antara keramaian, hatiku bergetar, Rindu ini mengalir, tanpa suara yang terucap, Kau pergi menjauh, dalam hening

TANGIS HARU DI KAMPUS TUA Oleh: Khoirul Umam Di sudut kampus yang tua,Duduk seorang mahasiswa, Lembar-lembar ilmu terbuka, Diatas meja penuh cerita. Air mata

Hari Ini, Aku Bahagia Oleh: Muhammad Ilyas Hari ini langit serasa ikut tersenyum, angin lewat pelan, kayak bisik kecil yang manis. Kopi pagi terasa lebih

Tak Berarah Oleh: Zahriyatun Nafiah Berat kaki ini melangkah Tuk menjalani hidup tak berarah Dalam diri tak ada gairah Hanya ingin terus menyerah Namun

Rumus-rumus hidup digariskan
Berbagai kerumitannya pun selalu disederhanakan
Coretan-coretan makna dituangkan