DI HATI YANG SAMA

 

id.pinterest.com

Oleh: Dihyat Haniful Fawad  

“Dear pembaca,

Bacalah puisi sederhana ini

Dari awal hingga akhir

Hingga kamu menyukai penulisnya”

 

Hai
kamu… Iya, kamu

Bagaimana
bisa kamu masuk ke dalam pikiranku

Sedangkan
aku tidak pernah ingin memikirkanmu

Mantra
apa yang kamu gunakan untuk menjajah pikiranku

 

Untung
saja…

Kamu
belum masuk ke dalam hati ini

Kalaupun
ingin,

Menghilanglah
dari pikiranku dulu

 

Karena
aku ada di dalam hatiku

Bukan
di dalam pikiranku

Kemari,
jangan ganggu konsentrasiku

Aku
malas memikirkanmu

 

Aw,
sakit sekali

Bagaimana
bisa kamu menembus relung hatiku

Sedangkan
aku tak ingin membuka hati ini

“Ya,
karena aku tidak ingin ada kata ‘aku dan kamu’

 

Aku
hanya ingin satu kata, yakni ‘Kita’

Apapun
dan bagaimanapun akan kukejar engkau

Aku
sudah berhasil mencuri pikiranmu

Dan
aku tak memaksa untuk kamu memikirkanku

 

Lantas,
aku rela tuk pergi dan kuperjuangkan kembali

Hingga
aku dapat menembus relung hati itu

Meskipun
tidak sampai mencuri hatimu

Akan
tetapi aku dan kamu adalah kita

 

Karena
kita sudah dipertemukan dalam hati yang sama

Meskipun
tanpa ikatan cinta

Dan
aku yakin, hanyalah waktu yang dapat menjawab

Jawaban
itu, ‘kita adalah cinta’ suatu saat

 

Tidak
hanya sesaat

Melainkan bertahap tuk selamanya

 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

(Puisi)

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp