ISLAM DATANG DENGAN CARA YANG DAMAI

Oleh : rizal
 

Mengingat sejarah tersebarnya agama islam di
bumi nusantara ini sangat erat hubunganya dengan para penyebarnya yang berasal
dari berbagai kalangan, mulai dari para pedagang, para pendakwah (wali), hingga
sampai pada kalangan bangsawan. tercatat dalam sejarah masuknya islam di
nusantara antara tahun ke 9-12 Hijriah, yang notabene pada saat itu di bumi
nusantara masih sangat kental dengan kepercayaan hindu, budha, dan kepercayaan
leluhur lainnya.
Tetapi
Persebaran tersebut terbilang sukses, karena hingga saat ini agama islam
menjadi agama dengan pemeluk terbanyak di nusantara.
Mengapa demikian?, jika kita bandingkan dengan agama-agama yang ada
sebelum islam masuk, jelas sangat bertentangan. Mislnya saja soal cara
peribadatan, budaya dan lain sebagainya.
Ada
beberapa kunci keberasilan dakwah islam di Nusantara, yang sepatutnya menjadi
bahan introspeksi bagi kita untuk mendakwahkan agama islam dengan jauh lebih
baik lagi.
Dalam nu.co.id “Mauidzah yang baik, dakwah
penuh hikmah, teladan akhlakul karimah, dan kalau terpaksa beradu argumentasi
maka dilakukan dengan cara-cara yang paling bijak” kata Ahmad Muntaha mengutip
penjelasan Syekh Abul Fadhal Senori Tuban dalam Ahlal Musamarah Di Hikayatil
Auliyail ‘Asyrah dalam acara bedah buku islam nusantara karya LBM NU Jawa Timur
(28/12/19)
Dengan prinsip-prinsip seperti itulah yang menjadi kunci
keberhasilan para pendakwah khususnya wali songo yang berada ditanah jawa untuk
menyebarkan ajaran islam. Saat itu para wali tidak secara terang-terangan
mendakwahkan islam, karena para wali tahu betul hal itu akan mendapatkan
penolakan dari masyarakat.
Berbagai pendekatanpun dilakukan oleh para wali, mulai dari yang
bernafaskan budaya, pendidikan maupun sosial. Cara ini dipilih karena dirasa
merupakan cara yang paling tepat melihat keadaan masyarakat jawa saat itu yang
hidup dengan tentram.
Para wali berdakwah hingga ke tingkat lapisan
masyarakat paling bawah yakni kalangan waisya dan sudra, karena saat itu masih
kental dengan praktik kasta dalam dinamika bermasyarakat.
Sehingga, pengajaran yang dilakukan juga diselaraskan, yakni dengan
menyelaraskan nilai-nilai luhur yang mereka yakini dengan nilai-nilai keislaman
juga menyelipkan sedikit demi sedikit ajaran islam yang hingga pemahaman agama
mereka meningkat.
Selain itu para wali juga wali yang berdakwah melaui jalur
pemerintahan, misal Sunan Kudus di kesultanan Demak serta Sunan Gunung Jati di
Kesultanan Cirebon. Sementra itu, Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang lebih memilih
pendekatan dari sisi budaya atau kurtural, karena memang dianggap cara yang
paling khas dalam mengenalkan islam. Ada pula seperti Sunan Giri yang berdakwah
melalui pendekatan intelektual, dengan dibentuknya pesantren- pesantren sebagai
pusat pengajaran islam.
Dari situ saja terlihat jika penyebaran islam mamang dilakukan
dengan berbagai cara yang mencakup hampir di semua lini kehidupan masyarakat.
Melalui prinsip serta pendekatan seperti itulah para pendakwah khususnya wali
songo pada saat itu dapat hampir mengislamkan masyarakat khususnya di tanah
jawa dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama.
Hingga saat ini dapat kita perhatikan
bekas-bekas peninggalan masa itu, misalnya berbagai tembang- tembang jawa
bernafaskan ajaran islam (lir ilir, dsb), bangunan-bangunan hasil akulturasi
budaya (gapura dan menara masjid, dsb), alat-alat musik (gamelan, dsb.),
kesenian (jatilan, dsb.), bahasa (kata kursi yang berasal dari kata kursyun
dalam bahasa arab yang mempunyai pemaknaan sama).

Sungguh indah memang jika bisa jeli
memperhatikan bahwa islam yang mulanya dibawa ke Nusantara ini dibawa dengan
cara yang halus dan bertahap, bukan malah secara terang-terangan melarang jika
adanya pencampuran antara budaya dengan agama. Dan bukan tidak mungkin, islam
di Nusantara  tidak akan seperti sekarang
ini atau menjadi  agama yang mayoritas
jika cara yang dulu para wali terapakan kurang sesuai atau kurang selaras.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp