Monolog dalam Derai Hujan

 

Oleh  Rizkha Nafanda Wulandari

 

Hujan bagiku ialah jeda

Yang seakan turunnya

Cukup dirayakan dari balik jendela

Bersama harap segera reda

 

Tak kuizinkan ragaku dicapai rinainya,

Menganggap basah adalah bahasa lara

Sebab semakin lantang ia bercerita

Semakin pedih mata menatap dunia

 

Kubiarkan hujan berkisah sendiri

Sedang aku, menepi dan meratapi

Namun tak dapat kupungkiri

Ada bagian hati yang ingin mengerti

 

Hingga,

Kuberanikan diri

Menerjang hujan yang dulu kutakuti

Dan kutemui tenang yang lama tersembunyi.

 

Pondok Pesantren Darun Nun

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp