Penutupan Kegiatan Apresiasi Sastra (ASTRA) IX: Tingkatkan Khazanah Sastra Pesantren di Era AI
Malang, 24 Februari 2025 – Pondok Pesantren Darun Nun menggelar acara penutupan Kegiatan Apresiasi Sastra IX (ASTRA IX) di Aula Blok F pada pukul 20.00 WIB hingga selesai. Dengan mengusung tema “Melejitkan Khazanah Sastra Pesantren di Tengah Maraknya Artificial Intelligence”, kegiatan ini menjadi ajang apresiasi bagi para santri dalam bidang sastra.
Acara dibuka oleh Nabila Ika selaku pembawa acara dan dihadiri oleh para santri yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Selain prosesi penutupan, momen ini juga dimanfaatkan untuk mengumumkan peserta terbaik dalam kegiatan Literasi Camp serta pemenang lomba cipta baca puisi.

Pada kategori peserta terbaik Literasi Camp, penghargaan diberikan kepada Nizar Junio dan Hanifia Laila Harisi. Sementara itu, dalam lomba cipta baca puisi, berikut adalah daftar pemenang:
- Juara 3: Ahmad Mumtaz, Ade Ryan, dan Nizar Junio
- Juara 2: Aida Fitriah, Hilyatus Saadah, Uzmatul Ulya, dan Aas
- Juara 1: Rizka Wulan, Naili Zulfa, dan Nyimas Salsabila
Ketua pelaksana, Ahmad Rifiqi Hasan, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan ASTRA IX tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya acara berlangsung dalam satu hari penuh, kali ini diadakan secara bertahap, mencakup kegiatan bedah buku, seminar sastra, serta Literasi Camp selama satu minggu. Puncaknya ditutup dengan perlombaan cipta baca puisi.
“Kegiatan penutupan awalnya direncanakan di pantai dalam rangkaian rihlah ke Madura. Namun, karena keterbatasan waktu, akhirnya dialihkan ke malam ini,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pondok, Adib Dzulfahmi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara dan mengapresiasi kerja keras panitia. “Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar. Saya sangat mengapresiasi seluruh panitia yang telah berkontribusi. Semoga tahun-tahun berikutnya kegiatan ini semakin kreatif dan solid,” ujarnya.
Dengan berakhirnya ASTRA IX, diharapkan semangat literasi dan sastra di kalangan santri terus berkembang, seiring dengan tantangan zaman yang semakin modern.
Pewarta: Ahmad Rofiqi Hasan







