POLEMIK SIKAP ARAB SAUDI TERKAIT VIRUS CORONA

  

Oleh:
Muhammad Anis Fuadi
Sudah sekian lama
dunia ini tidak terjangkit wabah penyakit atau virus yang secara massal menyerang
kalangan apapun tanpa terkecuali. Kemudian tanpa disangka, pada tahun 2020 ini
dunia dihebohkan dengan menyebarnya virus COVID-19 atau yang populer dengan
nama virus corona. Terakhir kali, pada tahun 2004 dunia terjangkit virus menakutkan
yakni virus H5N1 yang mengakibatkan seseorang mengalami flu burung. Namun,
virus ini masih kalah heboh dengan virus corona yang saat ini menyerang dunia.
Penyebaran virus
corona yang sangat cepat ke berbagai belahan dunia bisa berdampak buruk pada
angka kematian korban virus corona yang begitu signifikan. Dilansir dari
kompas.com hingga 10 Maret 2020 jumlah korban positif terinfeksi virus corona
di dunia mencapai 114.422 orang dengan korban meninggal dunia sebanyak 4.027
jiwa. Angka ini menunjukkan capaian yang fantastis dari suatu virus yang
menelan korban jiwa.
Menariknya, Arab
Saudi kali ini menjadi negara yang disorot dunia karena kebijakannya dalam
menyikapi virus corona. Terlebih, Arab Saudi adalah negara yang berbicara
banyak dalam dunia islam. Dilansir dari laman detik.news, menyatakan bahwa yang
terbaru ada sekitar 20 orang di Arab Saudi telah terjangkit virus corona. Sebelumnya,
Arab Saudi membuat geger dunia karena langkahnya untuk melarang sementara
jamaah yang hendak melakukan umroh di Masjidil Haram. Langkah ini menjadikan
area sekitar ka’bah terlihat sepi dari umat islam. Padahal sebelumnya sekeliling
ka’bah selalu ramai dengan umat islam yang thowaf dan beribadah disana.
Umat muslim mana
yang tega melihat ka’bah baitullah dalam keadaan kosong seperti itu. Perlu
diketahui juga, bahwa peristiwa sepinya ka’bah ini bukanlah untuk yang pertama
kali. Dikatakan oleh Prof.Dr.Aboe Bakar Atceh dalam bukunya “Ka’bah dan
Perjalanannya” bahwa pada tahun 1039 M, ka’bah sepi dari jamaah dikarenakan
banjir besar yang melanda Kota Mekkah kala itu. Posisi kota yang tergolong
berada di kawasan lembah, curah hujan yang sangat tinggi dan minimnya drainase
kala itu adalah pemicu utama terjadinya banjir di Mekkah. Namun, hal ini sama
sekali tidak menurunkan keagungan Allah SWT. Peristiwa ini dapat memberikan
ibrah kepada kita bahwa makhluk apapun bersifat fana’. Segala sesuatu di dunia
ini pada dasarnya bisa musnah dan tidak dapat lari dari Sunnatullah, tak
terkecuali ka’bah.
Akan tetapi, yang
menjadi masalah kali ini adalah apakah tega Arab Saudi dengan sengaja
mengulangi peristiwa ini terjadi lagi? Pada sejatinya, ka’bah memang terletak
di Negara Arab Saudi tepatnya di kota suci Mekkah. Namun, apakah dengan begitu
bisa dikatakan bahwa Arab Saudi adalah pemilik Ka’bah? Bukankah ka’bah adalah
milik bersama daro semua kaum muslimin? Maka dari itu, alangkah lebih baik jika
terdapat langkah yang lebih hati-hati seperti terlebih dahulu mengundang
negara-negara muslim untuk bersama berdiskusi dalam menyelesaikan polemik ini.
Ditambah lagi,
terdengar kabar dari berbagai media bahwa Arab Saudi akhir-akhir ini membatasi
khutbah Jum’at dengan durasi maksimal 15 menit. Tidak begitu jelas apakah
langkah ini juga bisa meminimalisir tersebarnya virus corona. Selain itu, Arab
Saudi kali ini meliburkan sementara kegiatan di sekolah dan universitas dan
menggantinya dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Upaya ini disampaikan
sendiri oleh Menteri Pendidikan Arab Saudi, Hamad bin Mohamed Al-Seikh atas
rekomendasi otoritas kesehatan dalam rangka pencegahan dan kewaspadaan.
Dengan adanya
berbagai data seperti itu, maka situasi pada kalangan masyarakat akan semakin
memanas. Sikap masyarakat yang mudah panik dengan adanya virus ini akan semakin
memperkeruh suasana. Namun, bukan berarti masyarakat harus bersikap acuh
terhadap virus ini. Sikap waspada adalah sikap terbaik yang harus ada dalam
masing-masing jiwa masyarakat. Hal ini bisa ditunjukkan dengan cara menjaga
kebersihan diri dan lingkungan, menjaga stamina agar tetap fit, ataupun
mengatur pola makan yang baik. Selain itu, selalu berdoa dan memiliki keyakinan
yang kuat juga merupakan kunci agar diri senantiasa diberi kesehatan oleh Allah
SWT serta dijauhkan dari berbagai penyakit seperti corona ini.
Darun Nun, 11 Maret 2020

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp