TEMARAM


Oleh: Nety Novita Hariyani
Berderai air tertahan di pelupuk mata
Seketika mengaburkan pandangan
Kucoba menjernihkan
Kini genangan yang bersisa

Ragaku layaknya manusia umumnya
Tumbang tatkala badai menerpa
Perihal bungkam sang pemenang
Meski batin tercabik berulang

Jika dihadapkan dua pilihan
Tak kupilih satupun
Apalagi sampai harus mengorbankan
Cukup jalani apa adanya perasaan

Di penghujung jumpa
Kuharap seberkas cahaya menyapa
Melalui retina yang memproses sinarnya
Hingga kudapati raga menunggu di ujung sana

Biarlah ini menjadi ilusi
Bagi raga yang kerap lupa diri
Menempatkan jiwa pada kesunyian abadi
Padahal ada zat yang maha mengawasi

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp