
Oleh: Ahmad Mumtaaz
Masih suka tidur siang? Sama. Menurut pendapat ahli, tidur siang merupakan
aktivitas yang menjadi pilihan untuk menghilangkan lelah setelah bekerja atau kuliah.
Banyak studi menunjukkan bahwa tidur siang singkat, sekitar 10–30 menit, dapat
membantu meningkatkan konsentrasi, memperbaiki mood, dan membuat tubuh lebih
segar. Namun, fenomena tidur siang yang terlalu lama justru sering membawa dampak
sebaliknya. Alih-alih menambah semangat, tidur siang yang berlebihan justru bisa
mengganggu ritme tubuh, menurunkan produktivitas, dan dalam jangka panjang
memengaruhi kesehatan.
Salah satu dampak langsung dari tidur siang yang berkepanjangan adalah
munculnya kondisi yang disebut sleep inertia. Kondisi ini ditandai dengan rasa loyo,
pusing, bahkan kebingungan setelah bangun tidur. RRI menuliskan bahwa tidur siang
terlalu lama membuat tubuh justru sulit fokus dan tidak berenergi, sehingga niat untuk
kembali produktif setelah istirahat menjadi terganggu (RRI, 2023). Dalam dunia kerja
maupun akademik, kondisi ini sangat merugikan karena waktu yang tersisa di siang
atau sore hari menjadi tidak efektif digunakan.
Selain itu, tidur siang terlalu lama juga berpotensi mengganggu kualitas tidur
malam. Hello Sehat menjelaskan bahwa tidur siang lebih dari 40 menit dapat membuat
seseorang kesulitan tidur pada malam hari. Akibatnya, pola tidur malam terganggu,
tubuh terasa kurang segar di pagi hari, dan produktivitas menurun pada keesokan
harinya. Dalam jangka panjang, siklus ini bisa menjadi lingkaran setan. Siang hari
terasa lesu sehingga tidur lebih lama, lalu malam hari susah tidur, dan keesokan
harinya kembali lemah letih lesu.
Tidak hanya mengganggu produktivitas, tidur siang yang terlalu lama juga
membawa risiko kesehatan. Artikel di Hello Sehat mengungkapkan bahwa tidur siang
lebih dari satu jam meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 46%. Bahkan,
Merdeka.com menyebutkan bahwa tidur siang panjang berkaitan dengan meningkatnya
risiko stroke hingga 25% dan kematian dini hingga 30%. Fakta ini menunjukkan bahwa
kebiasaan tidur siang yang berlebihan bukan hanya masalah waktu, tetapi juga
menyangkut kualitas kesehatan jangka panjang.
Durasi tidur siang yang ideal sebenarnya sudah banyak disarankan oleh pakar.
RSPP menyatakan bahwa tidur siang lebih dari 30 menit berisiko membuat seseorang
merasa grogi dan pusing setelah bangun. Hal senada juga disebutkan dalam artikel
Prudential Pulse, bahwa tidur siang singkat selama 15–20 menit sudah cukup untuk
mengembalikan energi tanpa mengganggu tidur malam. Dengan kata lain, tidur siang
memang penting, tetapi durasinya harus dikelola dengan bijak agar manfaatnya tetap
terasa tanpa menimbulkan efek samping.
Produktivitas sejatinya bukan hanya soal berapa banyak waktu yang dimiliki,
melainkan bagaimana energi dikelola dan digunakan secara efektif. Tidur siang singkat
bisa menjadi strategi untuk menjaga fokus dan semangat, sementara tidur siang yang
berlebihan justru membuat seseorang kehilangan momentum. Disiplin dalam mengatur
waktu tidur siang adalah bagian dari disiplin dalam mengelola hidup secara
keseluruhan.
Singkatnya, tidur siang memang kebutuhan yang wajar, tetapi bila dilakukan
secara berlebihan justru menjadi jebakan. Rasa segar yang semestinya didapat
berubah menjadi rasa lelah berkepanjangan, bahkan meningkatkan risiko penyakit.
Karena itu, solusi terbaik bukan menghapus kebiasaan tidur siang, melainkan
mengaturnya dalam durasi singkat, sekitar 10–30 menit, di waktu yang tepat. Dengan
begitu, tidur siang dapat menjadi sahabat produktivitas, bukan penghambatnya.
Referensi:
RRI. (2023). Tidur siang terlalu lama bisa picu masalah kesehatan. rri.co.id
Hello Sehat. (2023). Efek tidur siang terlalu lama. hellosehat.com
Merdeka.com. (2023). Bahaya tidur siang terlalu lama bagi kesehatan. merdeka.com
RSPP. (2024). Rahasia tidur siang sempurna untuk meningkatkan produktivitas.
rspp.co.id
Prudential Pulse. (2023). Pentingnya tidur untuk kesehatan Gen Z. prudential.co.id
Pondok Pesantren Darun Nun







