Oleh: Binti Rohmatin Fahimatul Y.
Jangan tanyakan pada rasa dan waktu,
Akulah yang telah meragu
Hingga fajar menjemputmu lebih dulu,
sebelum waktu bersahabat dengan pilu
Masih kulayari kebimbangan yang
keram dalam penyesalan kini
Mengoyak biduk hati,
dan mematahkan kemudi emosi
Akar hati sudah menyesap seluruh
duka ku,
Lalu menyimpannya di hamparan buku
Di bulu matamu, kuingin berteduh
dari tempias rindu
Di manis rona bibirmu, kuingin
menyeduh hangat kopi pagiku
Dulu perihal masa, atau dulu perihal
waktu?
Sesalku sederas hujan dan sadarku
masih mengayuh
Sedihku kini beralih rupa menjadi
tetes embun sayu dan rintik hujan seribu
Sungguh, detail aksara wajahmu masih
tetap utuh
Di dalam hatiku yang sudah tinggal
separuh
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Author
Post Views: 2
