Sungkawa Holy Land
Oleh : Ilman Mahbubillah Jerit tangis terdengar, berlatar bengis dengan percikan meriam. Di tanah Maryam yang harusnya suci penuh kedamaian berubah lautan pedih dan mencekam.
Oleh : Ilman Mahbubillah Jerit tangis terdengar, berlatar bengis dengan percikan meriam. Di tanah Maryam yang harusnya suci penuh kedamaian berubah lautan pedih dan mencekam.
Oleh Al Fahd Raudhah Sampah segeralah melampah Kehadiranmu membuat resah Namun engkau tidak bersalah Manusialah yang tidak memilah Engkau dapat terlihat di belahan bumi manapun

Oleh Hasna Azizah Azzahr Di bawah atap rapuh, ibuku adalah penjaga, Menjaga tradisi dengan tangan yang kuat, Dalam matanya, cahaya masa lalu Memandangku dengan kasih

Oleh Sayyid Aqil Husen Hembusan Angin malam berdiur membangunkan aku dari lelap Mataku terbuka Tiba-tiba, aku rindu bercerita kepada Tuhan Tuhan, Lelahku hari ini kembali
Oleh Fauzi_FA Untuk kesekian kali Aku tak sanggup membendung air mata Yang terus menerus mengalir Bak sungai yang mengalir deras Untuk kesekian kali Aku

Oleh Mahrotul Fithonah Ketika gelap menjelma bait-bait rindu Gemuruh hujan mengusik lelapku Ku bergegas pergi menghadap-Nya Meluapkan rasa, berbincang pada sang pencipta Hingga tangis
Oleh: Ade Ryan Firdaus Dengan cita-cita kita jadi bersemangat Dengan cita-cita kita semakin bertakwa kepada Tuhan Cita-citaku ingin menjadi seorang Presiden Yang sederhana
By. Nabila ika Rembulanku sempurnoku Panjenengan sinari sang qalbu Panjenengan ana ning wengiku Mboten wonten sinar kang nyandingi sinarmu Permata ning uripku Adem tentrem atiku
شُكْرً اُمِّي وَاَبِي عَلَي تَرْبِيَتِكُمَا Oleh: Muhammad Irhaz Irham رأيت من خط جفنيه بدأ يتجعد أعلم أنهم كانوا يشاهدونني دائمًا عندما كنت طفلاً حتى الآن
Sumber foto: islampos.com Oleh: Muhammad Naufal Hanafiah Kala itu di suatu pagi Hendak melangkah menghadiri Sebuah acara bertajuk religi Yah, bisa dibilang aku