PUISI

Sungkawa Holy Land

Oleh : Ilman Mahbubillah Jerit tangis terdengar, berlatar bengis dengan percikan meriam. Di tanah Maryam yang harusnya suci penuh kedamaian berubah lautan pedih dan mencekam.

Read More »

Sampah

Oleh Al Fahd Raudhah Sampah segeralah melampah Kehadiranmu membuat resah Namun engkau tidak bersalah Manusialah yang tidak memilah Engkau dapat terlihat di belahan bumi manapun

Read More »

Gubuk Patriarki

Oleh Hasna Azizah Azzahr Di bawah atap rapuh, ibuku adalah penjaga, Menjaga tradisi dengan tangan yang kuat, Dalam matanya, cahaya masa lalu Memandangku dengan kasih

Read More »

Di Sepertiga Malam

Oleh Sayyid Aqil Husen Hembusan Angin malam berdiur membangunkan aku dari lelap Mataku terbuka Tiba-tiba, aku rindu bercerita kepada Tuhan Tuhan, Lelahku hari ini kembali

Read More »

Kesekian Kali

Oleh Fauzi_FA Untuk kesekian kali Aku tak sanggup membendung air mata Yang terus menerus mengalir Bak sungai yang mengalir deras   Untuk kesekian kali Aku

Read More »

Benang Takdir Kerinduan

Oleh Mahrotul Fithonah   Ketika gelap menjelma bait-bait rindu Gemuruh hujan mengusik lelapku Ku bergegas pergi menghadap-Nya Meluapkan rasa, berbincang pada sang pencipta Hingga tangis

Read More »

SEMPURNO’E BULAN

By. Nabila ika Rembulanku sempurnoku Panjenengan sinari sang qalbu Panjenengan ana ning wengiku Mboten wonten sinar kang nyandingi sinarmu Permata ning uripku Adem tentrem atiku

Read More »

Terlalu Indah Dilupakan

Sumber foto: islampos.com Oleh: Muhammad Naufal Hanafiah   Kala itu di suatu pagi Hendak melangkah menghadiri Sebuah acara bertajuk religi   Yah, bisa dibilang aku

Read More »